Breaking News:

Berita Kriminal

Kajari Belitung Tahan Dua Tersangka Dugaan Tipikor APBDes Airsaga  

Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung, Senin (13/9/2021) melakukan penyerahan dua tersangka dan barang bukti (tahap dua) kepada Jaksa Penunt

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Kasi Pidsus Kejari Belitung Rakhmad Irwan memeriksa kedua tersangka dugaan perkara tipikor pengelolaan APBDes Air Saga, Senin (13/9/2021). (Posbelitung.co/Dede S) 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung, Senin (13/9/2021) melakukan penyerahan dua tersangka dan barang bukti (tahap dua) kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Belitung atas kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengelolaan APBDes Airsaga.

Dua tersangka masing -masing inisial AH, mantan kepala desa dan GY mantan bendahara desa. Keduanya secara resmi ditahan oleh JPU hingga 20 hari ke depan di Lapas Kelas IIB Tanjungpandan Belitung.

Keduanya dijerat Primair Pasal 2 Ayat (1) Subsidair Pasal 3 joncto Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi joncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

"Jumlah kerugian negara berdasarkan hasil penghitungan Inspektorat sebesar Rp1.120.358.746 dari tahun anggaran 2018 sampai 2019. Di mana AH ini sebagai kepala desa dan GY ini bendahara," ujar Kepala Kejari (Kajari) Belitung, I Gede Punia Atmaja didampingi Kasi Pidus, Rakhmad Irwan.

Tim penyidik telah melakukan penyitaan berupa pengembalian uang Rp130 juta dan sepeda motor milik tersangka yang akan dihitung di persidangan terkait kerugian negara.

Punia menambahkan dalam berita acara pemeriksaan, tersangka mengungkapkan aliran dana dari hasil dugaan korupsi tersebut.

Namun, pembuktiannya akan dilakukan di persidangan terkait fakta-fakta tersebut.

"Dalam berita acara ada disampaikan, uang dimana-dimana dan kepada siapa. Cuman nanti biar fakta persidangan karena benar atau tidaknya saya tidak bisa berkomentar," kata Punia.

Menurutnya kedua tersangka diduga melakukan kerja sama sesuai tupoksi masing-masing sehingga terjadi kerugian negara sebesar Rp1,120 miliar.

Caranya saat pengambilan uang di bank, slip penarikan tidak sesuai dengan nilai yang tertera pada surat permintaan pembayaran (SPP) ataupun SPJ.

Akibatnya secara pembukuan, saldonya nyata tetapi pada kenyataannya uang yang disebutkan dalam pelaporan kosong. (Posbelitung.co/Dede S)


Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved