Breaking News:

Berita Belitung Timur

Lija Arsita Mengeluh, BBM di Belitung Timur Langka, DPRD Saran Tambah Pasokan

Lija Arsita, Warga Aikmadu, Simpang Renggiang Belitung Timur (Beltim) mengeluhkan langkanya bahan bakar minyak (BBM), akhir-akhir ini. Saat ini dia me

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Situasi SPBU di Desa Padang, Manggar, Senin (13/9/2021) pagi dan siangnya sudah tutup karena sudah habis. (Posbelitung.co/BryanBimantoro) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Lija Arsita, Warga Aikmadu, Simpang Renggiang Belitung Timur (Beltim) mengeluhkan langkanya bahan bakar minyak (BBM), akhir-akhir ini. Saat ini dia mengaku kesulitan, apalagi saat ada tugas ke Manggar

Lija yang bekerja di Kantor Desa Aikmadu itu harus memutari Manggar untuk mencari orang yang menjual BBM, premium, pertalite ataupun pertamax. Bahkan saat ketemu yang menjual BBM, hanya dijual satu liter saja.

"Terus Jumat pagi saya lewat SPBU banyak yang antri pakai jeriken. Pikir saya alhamdulillaah nanti malam pasti banyak yang jual bensin lagi. Ternyata pas saya keluar malam itu tidak ada yang jual," kata Lija kepada Posbelitung.co, Senin (13/9/2021).

Dia berharap kepada pemerintah agar segera menindaklanjuti ini supaya tidak menyengsarakan kehidupan masyarakat. Apalagi jika kerjanya jauh dan harus membutuhkan BBM yang cukup untuk bolak-balik.

"Di masa pandemi ini semuanya serba sulit. Semoga pemerintah bisa mengendalikan situasi ini supaya masyarakat tidak kesusahan lagi mau bermobilitas urusan pekerjaan," harapnya.

Terpisah, Ketua DPRD Belitung Timur Fezzi Uktolseja mendorong Pemkab Beltim agar bisa mencari penyebab dari kelangkaan BBM ini. Karena menurut hasil koordinasinya dengan Pemkab bahwa pasokan BBM ke Beltim normal sehingga masalah terletak di distribusi di SPBU.

Dari hasil koordinasinya, Fezzi mendapat keterangan bahwa ada peningkatan permintaan BBM jenis premium, pertalite, dan pertamax diduga karena tingginya aktifitas tambang timah.

"Peningkatan ini terkait dengan kita tahu permintaan harga timah sedang tinggi. Solusinya seperti ini, kita tidak bisa membatasi konsumsi para penambang karena ini kan terkait dengan penghidupan ekonomi masyarakat orang banyak," jelas Fezzi.

Karenanya Fezzi menyarankan ada penambahan suplai BBM ke SPBU untuk menghilangkan kepanikan masyarakat sampai benar-benar dipastikan normal kembali. 

Sementara itu, Bupati Belitung Timur Burhanudin didampingi Kabag Ekbang SDA Tri Astuti mengatakan pemerintah tidak tinggal diam terhadap peristiwa ini. Dirinya mengatakan sudah meninjau ke beberapa SPBU di Belitung Timur dan berkoordinasi dengan PT Pertamina soal kelangkaan BBM di wilayahnya.

Hasilnya, lanjut Burhanudin, seluruh pasokan aman dan lancar. Namun penyebab mengapa sampai terjadi kelangkaan, Burhanudin mengatakan banyak faktor. Salah satunya adalah tingginya permintaan terhadap BBM tersebut yang berarti adanya peningkatan daya beli oleh masyarakat.

Saat disinggung apakah ada korelasinya dengan harga timah yang sedang naik menyebabkan banyak penambang yang membutuhkan BBM, secara implisit Burhanudin mengiyakan hal tersebut.

"Ya mereka kalau bukan pakai BBM pakai apa lagi? Tapi bisa saya pastikan bahwa pemerintah tidak tinggal diam atas hal ini," kata Burhanudin ditemui di ruangannya.

Dia mengatakan akan mendorong pihak kepolisian terhadap pengungkapan masalah ini apakah ada indikasi pada penimbunan atau lainnya karena menurutnya dari segi pasokan normal.

"Pemerintah sendiri juga akan terus berkoordinasi dengan PT Pertamina perwakilan Belitung. Jika opsi penambahan stok memungkinkan, maka akan ambil opsi tersebut," kata Burhanudin. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved