Breaking News:

DPRD Gelar RDP dengan Pengelola SPBU di Beltim Atasi BBM Langka, Ini yang Dibahas dan Hasilnya!

Delapan dari 10 pengelola SPBU di Belitung Timur yang diundang menghadiri Rapat Dengar Pendapat di Ruang Sidang DPRD Belitung Timur, Kamis (16/9/2021)

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: M Ismunadi
Posbelitung.co/Bryan Bimantor
Rapat Dengar Pendapat di Ruang Sidang DPRD Belitung Timur, Kamis (16/9/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Delapan dari 10 pengelola SPBU di Belitung Timur yang diundang menghadiri Rapat Dengar Pendapat di Ruang Sidang DPRD Belitung Timur, Kamis (16/9/2021).

Dalam RDP itu diketahui dari beberapa pengelola SPBU tidak ada masuk penambahan kuota, bahkan ada yang dikurangi.

Pengelola APMS Dendang Robi mengatakan jobber pertamina mengirim 16 ton premium per tiga hari. Kemudian untuk pertalite dikirim lima ton per hari.

"Namun untuk pertalite ini, kadang dikirim kadang tidak. Sudah kami minta, tapi kadang tidak dikasih," kata Robi ditemui usai RDP.

Dia mengatakan dalam beberapa hari belakangan, permintaan dari masyarakat sangat tinggi sehingga stok BBM di tempatnya cepat habis. Robi juga bilang di beberapa hari ini tidak ada penambahan pengiriman BBM dari jobber Pertamina.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Belitung Timur Fezzi Uktolseja mengatakan kemarin pihaknya sudah berkoordinasi dengan Jobber Pertamina di Tanjungpandan terkait kelangkaan BBM di Beltim belakangan. Hasil pertemuan itu yaitu Pertamina mengatakan pengiriman ke Belitung Timur dalam kondisi normal cenderung ada penambahan.

"Namun, ternyata setelah ditanya ke pengelola SPBU ada yang normal ada yang tidak. Di lapangan ada penambahan kuota minta delapan ton, tapi hanya dikirim enam ton. Bahkan di Dendang seminggu tidak datang. Hari ini mengundang pihak Jobber juga tapi tidak hadir," kata Fezzi.

Fezzi bilang dari diskusi di RDP itu ada beberapa kesepakatan. Pertama, meminta ada kesinkronan data dari SPBU, Pertamina, dan Pemda sehingga tidak ada perbedaan penyampaian data. Dia menjelaskan kemarin saat bertemu dengan Jobber Pertamina bahwa sales Pertamina berkomitmen menyanggupi berapapun yang diminta SPBU akan dikirimkan.

Kedua, meminta SPBU dan APMS menembuskan surat permintaan penambahan kuota pertalite dan pertamax kepada DPRD sehingga data bisa sinkron dan bisa dimonitor.

"Ketiga, meminta pemda agar segera rapat forkopimda terkait kebijakan yang diambil untuk para pengecer yang membeli menggunakan derigen. Memang dalam UU pakai derigen tidak boleh, tapi bisa diatasi dengan kebijakan daerah. Karena SPBU di sini kan tidak banyak, masyarakat yang di ujung-ujung kesusahan mendapatkan BBM jika tak ada pengecer," katanya.

Dia ingin kartu kendali aktif lagi dan pengontrolan dari desa siapa saja yang menjadi pengecer resmi diberlakukan lagi. Katanya, jangan sampai ada yang membeli pakai derigen tapi malah tidak dijual ke masyarakat.

Terakhir, dalam RDP itu meminta agar ada hitung ulang kebutuhan BBM di Belitung Timur. Dia mengatakan kondisi dan situasi di Beltim saat ini berubah dan penyiapan kuota BBM harus mengikuti kebutuhan saat ini.

"Perencanaan BBM kan sistemnya per tahun jadi harus bisa dimasukkan variabel-variabel yang berubah. Semoga masalah kelangkaan BBM ini tidak lama. Kasihan masyarakat," harap Fezzi. (Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved