Breaking News:

Berita Belitung

Sanem Hadiri Acara FGD I dan II, Bahas RDTR Kawasan Perkotaan Tanjungpandan

Acara Focus Group Discussion (FGD) I dan II digelar. FGD tersebut membahas tentang penyusunan materi teknis Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan P

Penulis: Suharli | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Bupati Belitung Sahani Saleh di dampingi Sekda Beljtung MZ Hendra Caya saat mengikuti FGD I dan II RDTR Kawasan Perkotaan Tanjungpandan. (Posbelitung.co/Suharli) 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -  Acara Focus Group Discussion (FGD) I dan II digelar. FGD tersebut membahas tentang penyusunan materi teknis Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Tanjungpandan. Acara dilaksanakan di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Belitung, Kamis (16/9/2021).

Kegiatan itu diikuti perwakilan desa-desa, kelurahan-kelurahan dan Kecamatan Tanjungpandan yang dilaksanakan oleh Dinas PUPR Kabupaten Belitung.

Bupati Belitung, Sahani Saleh ditemui usai membuka FGD tersebut menyampaikan output yang diharapakan agar pengembangan kawasan perkotaan Tanjungpandan sesuai yang tertuang ke dalam RTRW Pemkab Belitung.

"Di samping memperbaiki pemetaan secara detail untuk Kota Tanjungpandan, juga akan direncanakan pemekaran desa, kelurahan dan kecamatan. Kita harus bisa menyesuaikan dan membenahi Kota Tanjungpandan," ujar Pria yang akrab disapa Sanem itu, Kamis (16/9/2021).

Dia menjelaskan RDTR ini juga harus sesuai dengan regulasi dan rencana pembangunan infrakstrukturnya misal kawasan untuk perumahan, dari kawasan itu secara detailnya nanti, arah mana jalan, rumah dan upaya pemkab membangun infrastruktur seperti jaringan listrik dannair bersih. "Kalau tidak terencana secara detail, di khawatirkan kota tidak tertata dan menjadi semerawut," ujarnya.

Sementara itu, Kadis PUPR  Belitung Agus M Taufan menyampaikan FGD RDTR ini untuk menyesuaikan RJPMD sampai Tahun 2034 diharapkan Kecamatan Tanjungpandan menjadi kawasan perkotaan dilengkapi berbagai syarat dan aministrasinya.

"Penyusunan Materi Teknis  RDTR Kawasan Perkotaan Tanjungpandan ini sebagai acuan dalam pembanguan dan pengembangan Kota Tanjungpandan sesuai Perda Kab Belitung tentang RTRW tahun 2014-2034," jelasnya.

Dia menjelaskan, dalam FGD I dan II ini menampung aspirasi terlebih dahulu dari desa kelurahan dan kecamatan dan konsultan, setelah terkumpul data-data awal akan diolah secara teknis dan disusun menjadi laporan.

Dia menjelaskan RDTR merupakan penjabaran RTRW  Belitung ke dalam rencana distribusi pemanfaatan ruang dan bangunan serta bukan bangunan pada kawasan perkotaan maupun kawasan fungsional Kabupaten.

Kecamatan Tanjungpandan ditetapkan sebagai pusat kegiatan wilayah yang merupakan kawasan perkotaan yang berfungsi untuk melayani segala kegiatan skala Provinsi.

"Dibutuhkan RDTR Kecamatan Tanjungpandan agar pertumbuhan dan perkembangan wilayah perkotaan dapat direncanakan dan dikendalikan secara optimal," ujarnya.

Ketua Tim konsultan Kawasan Perkotaan Tanjungpandan dari PT Arenco Binatama, ditemui Posbelitung.co, Deni Lesmana  FGD ini adalah sosialisasi kepada peserta bahwa wilayah mereka akan dipersipkan oleh pemerintah Kabupaten Belitung menjadi kawasan perkotaan.

"Jadi apa saja yang harus mereka ketahui tentang dinamika pembangunan, seperti investasi masuk, jadi RDTR ini diharapakan menjadi peta jalan bagi mereka mana daerah yang boleh dan tidak daerah yang bpleh untuk perumahan, industri atau pemukiman, ini agar tidak terjadinya konflik karena ketidak tahuan apart desa," katanya. (Posbelitung.co/Suharli)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved