Breaking News:

Kongkalikong Alex Noerdin Atur Alokasi Gas, Diduga Negara Rugi Rp430 M saat Jadi Gubernur Sumsel

Alex menyetujui kerja sama antara PDPDE Sumatera Selatan dan PT Dika Karya Lintas Nusa (DKLN) membentuk PT PDPDE Gas agar PDPDE Sumsel dapat alokasi

Editor: Hendra
net
Gubernur Sumsel, Alex Noerdin. 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA,  -  Diduga telah merugikan negara ratusan miliar, mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin ditetapkan tersangka dan ditahan oleh Kejaksaan Agung.

Alex Noerdin diduga melakukan korupsi terkait pembelian gas bumi oleh Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan tahun 2010-2019 oleh Kejaksaan Agung.

Selain Alex, Kejagung juga menahan Muddai Madang yang merupakan Komisaris Utama dari PT PDPDE Gas.

Diduga Alex ada kongkalikong dengan Muddai Madang hingga negara dirugikan hingga ratusan miliar. 

Baca juga: Jokowi Tegur Menantunya Bobby, APBD Medan Rp 1,8 Trilliun Buat Bantu Rakyat Malah Disimpan di Bank

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung mengatakan, Alex Noerdin yang menjabat sebagai Gubernur Sumsel selama dua periode, yaitu sejak 2008 hingga 2018, melakukan permintaan alokasi gas bagian negara dari Badan Pengelola Minyak dan Gas (BP Migas) untuk PDPDE Sumsel.

Kemudian, Alex menyetujui kerja sama antara PDPDE Sumatera Selatan dan PT Dika Karya Lintas Nusa (DKLN) membentuk PT PDPDE Gas dengan maksud menggunakan PT PDPDE Sumsel untuk mendapatkan alokasi gas bagian negara.

Politikus Partai Golkar itu pun langsung ditahan oleh penyidik Kejaksaan Agung di Rutan Kelas I Cipinang Cabang Rutan KPK.

Alasannya, untuk mempermudah proses penyidikan.

"Ditahan selama 20 hari, mulai hari ini (16 September) sampai 5 Oktober 2021," kata Leonard, Kamis (16/9/2021).

Baca juga: Hasil Kerja Raja OTT yang Dibuang KPK, Berhasil Ungkap Kasus di Kalsel, Sayang Harun Malah Dibuang

Selain Alex, penyidik menetapkan Muddai Madang sebagai tersangka.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved