Breaking News:

Kelangkaan BBM di Belitung, Melaju dengan Yamaha yang Irit BBM Berkat Teknologi Blue Core

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Belitung membuat orang semakin menyadari pentingnya berkendara dengan kendaraan yang irit.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: M Ismunadi
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Kepala Cabang Yamaha Belitung Rico Subroto, saat ditemui Posbelitung.co, Jumat (17/9/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Belitung membuat orang semakin menyadari pentingnya berkendara dengan kendaraan yang irit.

Kepala Cabang Yamaha Belitung Rico Subroto mengatakan, motor-motor Yamaha didesain dengan teknologi Blue Core bisa melaju dengan bahan bakar yang irit. 

"Begitu kilometer naik dari 40 kilometer per jam, maka Blue Core berfungsi, sehingga pembakaran lebih optimal. Karena bagi Yamaha, kecepatan motor pada tingkat itu, temperatur mesin naik sehingga teknologi komputer membuat pembakaran optimal, maka kecepatannya lebih stabil dan pembakaran bahan bakarnya maksimal," katanya, Jumat (17/9/2021). 

"Makanya ini akan membuat melaju dengan kecepatan tinggi sama hematnya (dengan kecepatan rendah). Kalau di Belitung ini kan gak ada yang hanya melaju dengan kecepatan 20 kilometer per jam. Sehingga Yamaha sangat ideal bagi masyarakat Belitung," imbuhnya. 

Yamaha Fino 125 Blue Core dan Aerox 125
Yamaha Fino 125 Blue Core dan Aerox 125 (istimewa, peysblog)

Rata-rata konsumsi bahan bakar pada sepeda motor Yamaha setiap satu liter bisa untuk 30-40 kilometer jika melaju secara konstan.

Sepeda motor Yamaha memiliki tiga kategori kapasitas mesin. Mulai dari 125 CC seperti Yamaha Gear, Fino, Mio, dan Freego. Ada juga kendaraan roda dua dengan kapasitas mesin 155 CC seperti NMAX dan Aerox, hingga 250 CC pada sepeda motor XMAX dan MT25. 

"Kapasitas tangki disesuaikan kapasitas mesin, kalau NMAX itu bisa sampai lima liter," jelasnya. 

Motor dengan kapasitas mesin lebih besar memiliki tenaga lebih besar, sehingga memang konsumsi bahan bakarnya pun lebih banyak. 

Bahan bakar yang paling pas buat kendaraan Yamaha, menurutnya pertalite bisa menjadi standar yang tepat karena nilai oktannya lebih tinggi dibandingkan premium. Ini kemudian berpengaruh pada suara mesin, akselerasi, juga lebih irit.

"Pertamax lebih bagus, tapi harganya mahal," tambah dia. 

Kepala Kepala Cabang Yamaha Belitung Rico Subroto, Kamis (18/2/2021) menampilkan dua motor maxi yang sudah connected yakni Aerox dan NMAX
Kepala Kepala Cabang Yamaha Belitung Rico Subroto, Kamis (18/2/2021) menampilkan dua motor maxi yang sudah connected yakni Aerox dan NMAX (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Kelangkaan BBM yang terjadi lebih dari sepekan ini di Belitung, kata Rico, memang turut berimbas pada bisnis automotif, terutama pada jasa di bengkel. Sementara, pada penjualan motor tidak berpengaruh sama sekali. 

"Bengkel berpengaruh, mungkin karena masyarakat malas ke bengkel karena ketika diservis pasti ada pengeluaran (BBM) ketika dibongkar. Kemudian bisa jadi lebih sayang karena sulit mencari BBM," ucapnya.

Disinggung adakah kemungkinan kelangkaan BBM dipicu kenaikan penjualan sepeda motor, Rico tidak bisa memastikan hal tersebut.

Namun menurutnya, beberapa bulan terakhir memang ada peningkatan penjualan sepeda motor Yamaha karena membaiknya perekonomian Belitung karena hasil alam. 

"Ekonomi Belitung hasil buminya lagi bagus, termasuk sekarang ada ubur-ubur, timah, dan lada sehingga juga berpengaruh. Lihat dari leasing jarang yang ditarik karena punya uang untuk bayar. Dari leasing pun tingkat acc bagus. Dalam beberapa bulan terakhir memang lumayan bagus, bahkan lebih banyak yang beli tunai daripada kredit," tuturnya. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved