Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Pariwisata di Desa Wisata Kreatif Terong Menggeliat Lagi Ketika Status PPKM Belitung Menurun

Dunia kepariwisataan di Desa Wisata Kreatif Terong mulai menggeliat kembali ketika status level PPKM Belitung menurun. Pesanan paket wisata untuk Okto

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Suasana di Aik Rusa' Berehun di Desa Wisata Kreatif Terong, Sabtu (18/9/2021). PIC Desa Wisata Kreatif Terong Iswandi. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dunia kepariwisataan di Desa Wisata Kreatif Terong mulai menggeliat kembali ketika status level PPKM Belitung menurun. Pesanan paket wisata untuk Oktober ini pun mulai berdatangan dari wisatawan nusantara.

"Alhamdulillah sejak turun PPKM level 3 sudah mulai ada yang masuk. Yang paling dominan (wisatawan memesan) paket wisata kuliner makan bedulang. Paket agrowisata dan mangrove juga sudah mulai masuk," kata PIC Desa Wisata Kreatif Terong Iswandi, Sabtu (18/9/2021). 

"Insya Allah Oktober akan mulai meningkat, seiring menurunnya kasus penyebaran Covid-19 di Belitung," imbuh dia. 

Menurutnya, selama pandemi Covid-19, desa wisata di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung ini memang tidak pernah tutup total. Pengelolaan hanya membatasi kegiatan yang bersifat mass tourism, serta lebih berfokus pada wisata yang aman dan nyaman bagi keluarga. Adaptasi penerapan protokol kesehatan menjadi langkah yang dilakukan agar tamu atau wisatawan bisa aman, nyaman, dan sehat. 

Selama geliat kepariwisataan menurun akibat Pandemi Covid-19 tak berpengaruh signifikan terhadap kehidupan warga sekitar. Lantaran, sejak awal konsep kepariwisataan di desa itu bukan mengubah profesi warga setempat, namun sebagai nilai tambah dari aktivitas keseharian, adat budaya, dan kearifan lokal mereka. 

"Wisata ini menjadi bonus bagi aktivitas kearifan lokal dan seni budaya yang turun temurun sudah dilakukan oleh masyarakat. Misal masyarakat bertani, berkebun, nelayan, nah itu yang kami naikkan kapasitasnya agar mereka mengerti bagaimana kearifan lokal ini ketika dikemas sebagai produk wisata menjadi menjual," jelasnya. 

"Di masa pandemi ketika kunjungan wisatawan nol persen, masyarakat kembali ke aktivitas mereka, yang nelayan melaut, pemilik kebun tetap bercocok tanam, artinya perputaran ekonomi masih berjalan," kata dia.

Desa wisata yang masuk dalam jajaran 100 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) ini memiliki beragam aktivitas yang dikemas dalam paket wisata edukasi, petualangan, hingga seni budaya. Misalnya, ada paket belajar membuat masakan khas Belitung gangan yang dikombinasikan pada paket makan bedulang.

Beragam kegiatan seru ini membuat wisawatan bisa serasa ingin kembali ke tempat ini. Karena tak hanya menikmati kuliner tradisional, namun juga mengikuti proses pengolahannya sehingga menjadi pengalaman menarik dan kenangan tersendiri. Didukung juga pelayanan maksimal, keramahan, dan keramahan masyarakat yang memang khasnya masyarakat di Belitung. 

Objek wisata di Desa Wisata Kreatif Terong juga beragam. Ada spot hutan bakau, pantai, laut dan kawasan agrowisata yang merupakan perkebunan masyarakat puluhan tahun. 

Bagi wisawatan yang ingin memesan paket wisata, Iswandi mengatakan bahwa kini pihaknya berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti tour travel dan tour operator. Selain itu, mereka juga memaksimalkan peran berbagai platform media sosial serta mengelola website www.desawisataterong.com.

Sementara itu separuh penduduk Belitung telah divaksinasi Covid-19. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, per 18 September 2021, sebanyak 73.528 orang atau sebanyak 51,76 persen penduduk telah menerima vaksin dosis pertama. Juga ada 32.012 orang atau 22,20 persen yang sudah menerima vaksin dosis kedua. 

Berdasarkan data itu, vaksin bagi sasaran pelayan publik telah mencapai 12.210 orang atau 107,24 persen untuk dosis pertama. Sedangkan untuk dosis kedua telah diterima oleh 9.767 orang atau 85,78 persen. 

Sebelumnya, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Joko Sarjono juga mengatakan pihaknya tengah berupaya agar bisa segera mencapai target herd immunity atau vaksinasi bagi 70 persen penduduk.  "Artinya butuh capaian sekitar 20 persen lagi," katanya. 

Target herd immunity ini, lanjutnya akan diupayakan paling lambat akhir 2021 ini. Sejumlah strategi juga telah disiapkan, seperti mendekatkan akses vaksinasi kepada warga terutama sasaran lansia. Hingga menambah gerai Vaksinasi Covid-19. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved