Breaking News:

Berita Belitung Timur

Staf Khusus Menteri Puji Alih Lahan Tambang Jadi Pertanian Ubi Kasesa di Belitung Timur 

Arya Sinulingga, Staf Khusus (Stafsus) Menteri BUMN, memuji  pengalihan lahan dari eks tambang IUP PT Timah yang tidak produktif berubah jadi lahan pe

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Suasana Launching Pilot Project Kebun Singkong Kasesa di Desa Burong Mandi, Damar, Sabtu (18/9/2021). (Posbelitung.co/BryanBimantoro) 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG - Arya Sinulingga, Staf Khusus (Stafsus) Menteri BUMN, memuji  pengalihan lahan dari eks tambang IUP PT Timah yang tidak produktif berubah jadi lahan pertanian ubi kasesa atau singkong racun. Dia mengatakan, Menteri Erick mendukung sepenuhnya program ini supaya bisa menjadikan pertanian jadi sektor berikutnya setelah tambang di Pulau Belitung.

Program pengalihan ini diberi nama Makmur yang merupakan program nyata untuk menyejahterakan masyarakat pasca tambang timah. Program ini melibatkan beberapa pihak, seperti PT Belitung Agro Makmur, PT Timah, Bank SumselBabel, Asosiasi Penambang Rakyat Daerah (Astrada), dan pabrik pengolahan singkong kasesa ini menjadi tepung tapioka. merupakan

"PT Timah setidaknya bisa menyiapkan lahan 10 ribu hingga 20 ribuan hektar untuk lahan pertanian dari eks tambang timah. Progam Makmur bukan hanya sebatas penyediaan lahan. Lebih dari itu, petani yang dilibatkan akan mendapat paket Petani Makmur. Di mana petani juga diberikan pendanaan, pembelian bibit, pupuk, bahkan sampai uang bulanan," kata Arya ketika menghadiri Launching Pilot Project Kebun Singkong Kasesa di Desa Burong Mandi, Damar, Sabtu (18/9/2021).

Ia yakin dan percaya bahwa program ini bisa berjalan maksimal karena sudah dipikirkan matang untuk kesejahteraan masyarakat, utamanta petani. Hal itu karena ekosistem dari program Makmur ini sudah tertata rapi sehingga saat petani panen sudah ada yang membeli hasil panennya tersebut.

Kepala Unit PT Timah Belitung Sigit Prabowo berkomitmen PT Timah selaku pemilik IUP akan memberikan kesempatan pengelolaan lahan-lahan eks tambang menjadi lahan pertanian. Menurutnya hal itu sebagai salah satu bentuk sinergisitas membangun masyarakat.

"PT Timah sadar sepenuhnya bahwa tambang lambat laun akan habis. Karenanya PT Timah akan mendorong solusi bagi masyarakat bahwa selesai penambangan bisa bermanfaat untuk orang lain dan peruntukkan lain. Bukan hanya tergantung timahnya saja, tapi pasca timah bisa mandiri dengan usaha yang lain," kata dia.

Satu hal yang membuat dia mendukung penuh program Makmur dengan menanam singkong kasesa ini adalah perawatannya yang tidak sulit serta bisa tumpang sari dengan tanaman keras lainnya.

"Ini pilot project kurang lebih 13 hektar, harapan kita ada pengajuan masyarakat. Kita maunya dengan target semaksimal mungkin di lahan eks tambang untuk dikelola," kata Sigit.

Sementara itu, Direktur PT Belitong Agro Makmur (BAM) Bambang Irawan berkomitmen mendampingi petani singkong kasesa mulai dari pembukaan lahan, penanaman, penyediaan pupuk, panen, sampai ke penjualan hasil panen. Sebagai perpanjangan implementasi Program Agro Solution, PT BAM juga mendukung komoditi singkong kasesa untuk menyejahterakan masyarakat pasca tambang.

"PT BAM diberikan mandat oleh PT Pusri sebagai implementasi dari program Kementerian yaitu Agro Solution Makmur. Di mana holdingnya Pupuk Indonesia tapi di daerahnya Pusri untuk mengawal petani dan pendampingan sampai panen. Setelah itu PT BAM ditunjuk MoU untuk menjual hasilnya ke pabrik intinya," kata Bang Ir sapaan akrabnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved