Breaking News:

Berita Belitung

Kebijakan Karantina bagi Jemaah Umrah Bisa Bikin Biaya Membengkak, Ini Tanggapan Jasa Travel

Pemerintah Arab Saudi sudah mengizinkan jemaah internasional untuk melaksanakan umrah sejak 10 Agustus 2021  lalu

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: nurhayati
AFP/STR
Para jemaah haji mengelilingi Ka'bah dengan tetap menjaga jarak dan diberi payung dengan warna masing-masing kelompok di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Rabu (29/7/2020). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Pemerintah Arab Saudi sudah mengizinkan jemaah internasional untuk melaksanakan umrah sejak 10 Agustus 2021  lalu termasuk jamaah asal Indonesia sudah bisa melakukan umrah, tapi ada syarat yang cukup ketat.

Terkait kebijakan tersebut, Koordinator PT Asia Tour Belitung H Cholvy Alviandy mengatakan sejumlah calon jemaah umrah masuk daftar tunggu keberangkatan.

Baca juga: Belitung Tetap Berstatus PPKM Level III, Ini Ketentuan Terbaru Termasuk Belajar di Sekolah

Baca juga: 10 Daerah yang Masih PPKM Level 4, Berikut Strategi Satgas Covid-19

Adanya kebijakan karantina bagi jemaah umrah misalnya, kata dia, akan membuat biaya keberangkatan membengkak.

"Ketika dari Arab Saudi sampai Jakarta tidak langsung leluasa, kalau karantina berarti butuh biaya menginap dan makan. Bisa berangkat, tapi biayanya membengkak, karena tambah penginapan dan akomodasi," katanya, Rabu (22/9/2021).

"Ada yang sudah tanya (untuk mendaftar umroh), tapi saya tahan. Saya arahkan mereka menyiapkan berkas paspor agar ketika dibuka tinggal menentukan jadwal. Tapi kelihatannya kalau kebijakan karantina masih sulit untuk berangkat," imbuh dia.

Menurutnya, keberangkatan jemaah umrah dalam masa pandemi Covid-19  ini memang terbilang merepotkan, apalagi jika pada hasil swab PCR jemaah dinyatakan positif Covid-19 saat keberangkatan.

Sementara itu, untuk kebijakan vaksinasi, menurutnya memang menjadi persyaratan dari Pemerintah Arab Saudi.

Namun kebijakan vaksin ini tidak terlalu menyulitkan dibandingkan persyaratan lain seperti karantina tadi.

Cholvy menjelaskan, biro perjalanan miliknya terakhir kali memberangkatkan jemaah umrah tepat pada awal Covid-19. Saat itu sekitar 40 orang jamaah ikut umrah tepat saat aturan lockdown karena pandemi.

"Maret 2020 kami pulang, posisinya waktu itu alhamdulilah masih bisa  berangkat. Terakhir itu lah, saat lockdown kami masih di sana," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved