Breaking News:

Amerika Serikat Bakal Cetak Sejarah, Jadi Negara Lemah, Tak Sanggup Bayar Utang Rp405 Ribu Triliun

Kerusakan ekonomi yang terjadi akan menimpa konsumen melalui biaya pinjaman yang lebih tinggi dan harga aset yang lebih rendah akibat default

Editor: Hendra
Thinkstock.com
Ilustrasi dollar AS 

POSBELITUNG.CO, WASHINGTON -  Kondisi keuangan Amerika Serikat saat ini sedang babak belur.

Hal ini terjadi imbas dari pandemi covid-19 yang berkepanjangan.

Sementara utang saat ini sudah mencapai 28,4 triliun dolar AS atau sekitar Rp 405 ribu triliun.

Karenanya Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen terus mendorong Kongres AS untuk menaikkan batas utang plafon.

Bila tidak yang sangat dikhawatirkannya akan terjagi gagal bayar.

Bila maka akan memicu krisis keuangan yang bersejarah bagi Amerika Serikat. 

Menurut Yellen, bahwa krisis yang dipicu oleh default akan menambah kesulitan di tengah pandemi virus Covid-19 yang berkelanjutan.

Yakni mengguncang pasar dan menjerumuskan ekonomi AS ke dalam resesi dan kenaikan suku bunga yang berkelanjutan.

“Kami akan keluar dari krisis ini sebagai negara yang lebih lemah secara permanen,” ucap Yellen seperti dikutip Tribunnews dari Reuters.

Yellen tidak memberikan pilihan batas waktu baru untuk kemungkinan default.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved