Breaking News:

Perusahaan Tidak Beroperasi Tapi Ada Karyawannya, 7 BUMN Ini akan Segera Ditutup Erick Tohir

Penutupan 7 BUMN yang tidak beroperasi lagi dilakukan agar status karyawan di perusahaan tersebut menjadi jelas

Editor: Hendra
YouTube Beri Satu
Menteri BUMN Erick Thohir 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Sudah lama tidak beroperasi dan masih ada karyawannya, 7 perusahaan BUMN akan segera ditutup.

Rencana penutupan atau pembubaran 7 perusahaan plat merah ini disampaikan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMn) Erick Thohir.

Penutupan itu dilakukan agar nasib karyawan perusahaan tidak terkatung-katung lagi.

"Tujuh BUMN itu sudah lama tidak beroperasi. Kasian juga nasib pegawainya terkatung-katung dan kami kan zalim kalau jadi pemimpin tidak beri kepastian (ditutup atau dihidupkan kembali)," kata Erick yang dikutip pada Sabtu (25/9/2021).

Adapun ketujuh BUMN tersebut yaitu, PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Industri Gelas (Persero), PT Istaka Karya (Persero).

Kemudian, PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Sandang Nusantara (Persero), PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero), dan PT Kertas Leces (Persero).

"Ada Merpati dalam tahap pembicaraan, Kertas Leces, dan ini hal-hal yang memang harus kami pastikan keputusan ini (dibubarkan) ada," ucap Erick.

Namun, Erick menyampaikan dalam menutup BUMN membutuhkan proses yang panjang, sehingga diperlukan revisi Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2003 untuk mempercepat dalam mengambil keputusan nasib perusahaan pelat merah.

Erick mencontohkan, dalam melakukan restrukturisasi BUMN saja memerlukan waktu sekitar sembilan sampai 12 bulan dengan persetujuan lintas kementerian.

"Untuk menutup BUMN perlu proses panjang lagi karena itu kami meminta (revisi UU BUMN), apa lagi ini dari DPR langsung (mengusulkan revisi). Karena itu pas kunjungan ke Kratakau Steel saya juga meminta dukungan dari Pak Presiden dan semua menteri," ujar Erick.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved