Breaking News:

Liputan Khusus Togel

Judi Togel Marak di Pulau Belitung, Tua Muda Pasang "Buntut", Anggap Pekerjaan Sampingan

Para pemasang akan mendapat informasi keluaran lewat handphone (Hp) masing-masing.

Editor: Jaryanto
POS BELITUNG/JARIYANTO
Seseorang mengakses portal yang berisi konten perjudian satu di antaranya judi toto gelap (togel), Minggu (26/9/2021). Kemudahan transaksi via daring membuat masyarakat makin marak dalam mencari peruntungan di aplikasi maupun portal ini. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pada suatu petang pekan kedua September 2021 lalu, di sebuah swalayan wilayah Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, dua orang mengantre di kasir.

Paling depan seorang perempuan berkacamata, berkerudung pink serta berkaus lengan panjang warna serupa. Di belakangnya seorang laki-laki memegang beberapa barang.

Perempuan pegawai di mesin kasir tampak sibuk men-scan belanjaan milik pembeli di antrean terdepan itu. Setelah ditotal, muncul angka yang harus dibayar olehnya.

“Berapa Kak?” tanyanya kepada kasir yang kemudian kasir mengulangi lagi nominal pembayaran.
“Wah kode alam ini,” ucap perempuan berusia sekitar 40-an tersebut.

Lelaki yang mengantre di belakangnya pun berceletuk, “Pasti mau pasang buntut (judi togel, red).”
Perempuan itu pun tak menampiknya.

Bahkan ia sempat balik bertanya bila memasang empat angka, berapa jumlah yang didapat bila tembus alias menang. Namun laki-laki itu mengaku tidak tahu.

Sebelum berlalu meninggalkan swalayan, kepada Pos Belitung yang sebelumnya mengantre di barisan ketiga, si perempuan menyebut beberapa kali memasang togel dari kombinasi angka hasil transaksi berbelanja. Ia mengaku pernah tembus alias memenangkannya.

Fenomena demam togel pun melanda pasangan suami istri lanjut usia (lansia), sebut saja Kakek dan Nenek Oden (bukan nama sebenarnya).  Usia si kakek sekitar 60-an sedangkan istrinya berkisar 55-an.

Nek Oden bercerita, sejak togel marak terlebih saat kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini, dirinya selalu memasang. Demikian juga suaminya.

Aku mun masang endak gilak gede (saya kalau pasang tidak banyak) duitnya. Rp1.000, Rp2.000, tapi banyak kini meli e (belinya). Pasang (kombinasi) due, tige numor (nomor). Mun empat numor jarang,” ucap warga Tanjungpandan ini beberapa waktu lalu.

Halaman
1234
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved