Breaking News:

Advertorial

LPK Mahesa Latih Warga Pangkal Lalang

Beberapa wanita, peserta pelatihan menjahit berlenggak lenggok bak model memperagakan busana gaun merah muda yang mereka jahit sendiri.

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: Khamelia
IST
PESERTA pelatihan dari Kelurahan Pangkalalang saat berfoto bersama, Jumat (24/9). (IST/LPK MAHESA) 

POSBELITUNG.CO -- BEBERAPA wanita, peserta pelatihan menjahit berlenggak-lenggok bak model, memperagakan busana gaun merah muda yang mereka jahit sendiri. Hanya dalam 20 hari berlatih di Kelurahan Pangkalallang, mereka mampu membuat busana yang menawan dan model yang menarik.

Pelatihan yang digelar di Kelurahan Pangkallalang ini bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Mahesa. Apalagi program pelatihan ini langsung dibimbing instruktur andal dan materi pelatihan yang tepat sehingga memiliki bekal keterampilan yang siap diterapkan.

Seperti halnya pada pelatihan menjahit, Pimpinan LPK Mahesa, Fitra Haryanton mengatakan, para peserta bahkan tak hanya dibekali keterampilan menjahit tapi juga pengembangan pola agar menjadikan gaun terlihat indah. Termasuk juga diberikan pembekalan tata cara berbusana. “Makanya antusiasme peserta pelatihan menjahit ini sangat luar biasa,” ucapnya, Jumat (24/9).

Dari pelatihan, gaun-gaun yang nampak mempesona pun dihasilkan para peserta. Bahkan gaun yang dibuat semakin terlihat spektakuler dengan detail payet pada busana yang mereka buat.

“Ke depannya untuk peserta kami berharap mereka bisa memunculkan wirausaha yang mana untuk di Belitung belum banyak butik. Kalau di luar banyak wirausaha busana, sehingga saya mengharapkan ibu-ibu ini nanti bisa mulai merintis usaha seperti butik,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Instruktur Pelatihan Jahit, Abel Bram. Dalam materi pelatihan 20 kali pertemuan itu, ia mengajari para peserta mulai dari cara mengukur, membuat pola menggunting pola, sampai menjahit.

Lebih utama, ia bahkan mengajarkan attitude berbusana agar busana terlihat cantik. Misalnya tentang penempatan payet, juga penyesuaian dengan postur tubuh.

“Terlihat yang belajar ini dari usia 20-an sampai ke 60-an, tapi bisa digariskan sama, agar setara anak muda sampai nenek-nenek,” kata Abel.

Pada 2021 ini, Kelurahan Pangkalallang mengadakan tiga pelatihan yang dikerjasamakan dengan LPK Mahesa. Yaitu pelatihan masakan tradisional, hidroponik, dan menjahit.

Lurah Pangkallalang, M Lusin Kuswantoro mengatakan, pelatihan masakan tradisional diadakan karena berkaitan pengembangan adat istiadat dalam menyatukan persepsi resep dan cita rasa masakan tradisional. Peserta pelatihan ini memang dari Mak Panggong atau juru masak.

Kemudian pelatihan hidroponik dilakukan karena sistem bertanam ini sedang menggeliat, maka perlu membekali warga agar memiliki keterampilan tersebut. Juga ada pelatihan menjahit yang memang kalau bisa dikembangkan, menjadi sesuatu yang potensial dan menjamin karena bisa menjadi usaha.

“Kalau pun belum, setidaknya mereka memiliki keterampilan, sehingga membuka ke depan agar bisa membuka usaha,” sebutnya.

Hal senada juga disampaikan Camat Tanjungpandan Sanwani. Pelatihan yang dilaksanakan, menurutnya semoga bisa menjadi tambahan pendapatan bagi warga. Misalnya pada usaha menjahit, peserta diharapkan bisa membentuk kelompok yang bekerja sama dengan LPK Mahesa. Agar nanti ketika ada pesanan menjahit yang masuk, bisa digarap oleh kelompok warga ini.

“Selain itu karena kondisi pandemi Covid-19 berdampak pada ekonomi, sehingga mudah-mudahan ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat terutama ibu-ibu menambah penghasilan keluarga, membantu suami, syukur-syukur bisa menjadi UMKM baru. Juga menjadi ajang silaturahmi, sehingga kami sangat mengapresiasi sekali,” tuturnya.

(advertorial/del)

PESERTA pelatihan dari Kelurahan Pangkalalang saat berfoto bersama, Jumat (24/9). (IST/LPK MAHESA)
PESERTA pelatihan dari Kelurahan Pangkalalang saat berfoto bersama, Jumat (24/9). (IST/LPK MAHESA) (IST)
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved