Breaking News:

Berita Kriminal

Tertunda Satu Tahun, Akhirnya Kasus Tambang Timah Ilegal Masuk Tahap Dua  

Belitung akhirnya menerima penyerahan tersangka berikut barang bukti kasus penambangan timah tanpa izin di area Hak Guna Usaha (HGU) Lahan Perkebunan

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Satu unit excavator barang bukti kasus penambangan timah tanpa izin. (Posbelitung.co/Dede S) 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -  Akhirnya Pihak Kejari Belitung menerima penyerahan tersangka berikut barang bukti kasus penambangan timah tanpa izin di Area Hak Guna Usaha (HGU) Lahan Perkebunan PT Rebinmas Jaya, Senin (27/9/2021). Penyerahan barang bukti (BB) dilakukan dalam agenda pelimpahan perkara tahap dua.

Usai diperiksa oleh JPU, Tersangka Markus (46) resmi ditahan selama 20 hari ke depan dan dititipkan di Mapolres Belitung.

Selain tersangka, JPU juga menerima barang bukti satu unit eksavator yang digunakan untuk melakukan aktifitas tambang timah tersebut.

"Selama ini dari Penyidik Polres Belitung belum dapat menghadirkan barang bukti, sementara tahap dua harus ada. Karena barang buktinya tidak dapat dipindahkan dari lokasi karena rusak, jadi butuh mekanik dan sekarang baru bisa dipindahkan," ujar JPU Kejari Belitung Tri Agung Santoso kepada Posbelitung.co, Senin (27/9/2021).

Ia mengatakan tersangka dikenakan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun Tahun 2020 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara dan Pasal 107 huruf a Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang perkebunan.

Sementara itu, barang bukti eksavator disimpan di rumah dinas jaksa Kejari Belitung yang berada di Jalan Sijuk, Desa Air Merbau, Kecamatan Tanjungpandan.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Belitung Iptu Edi Purwanto menambahkan kasus tersebut dilaporkan perwakilan PT Rebinmas Jaya pada Tanggal 18 Agustus 2020 lalu.

Menurutnya, Tersangka Markus diduga melakukan penambangan timah tanpa izin di areal HGU perusahaan perkebunan sawit, tahun lalu.

Terkait lamanya pelaksanaan tahap dua, dikarenakan pihaknya terkendala alat berat eksavator PC200 itu mengalami kerusakan di lokasi kejadian.

"Kemarin kami kesulitan karena injector tidak ada dan baru beberapa hari lalu mendapatkan alat tersebut. Jadi ada kendala teknis, tidak ada kendala lainnya," kata Edi. ( Posbelitung.co/Dede S)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved