Breaking News:

Berita Belitung Timur

Tingkatkan Kapasitas BUMDes, Dinsos-PMD Belitung Timur Gelar Pelatihan Administrasi Keuangan  

Bertujuan meningkatkan kapasitas pengelolaan badan usaha milik desa (BUMDes) di bidang administrasi keuangan, Dinsos-PMD Belitung Timur (Beltim) mengg

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Kadinsos-PMD Belitung Timur Ida Lismawati saat membuka acara pelatihan untuk BUMDes, Senin (27/9/2021) di Ruang Pertemuan Dinsos. (Posbelitung.co/BryanBimantoro) 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG - Bertujuan meningkatkan kapasitas pengelolaan badan usaha milik desa (BUMDes) di bidang administrasi keuangan, Dinsos-PMD Belitung Timur (Beltim) menggelar pelatihan yang dihadiri seluruh perwakilan BUMDes. Acara dilaksanakan, Senin (27/9/2021) di Ruang Pertemuan Dinsos-PMD Beltim.

Kadinsos-PMD Belitung Timur, Ida Lismawati, Senin (27/9/2021) mengatakan, pelatihan ini bisa digelar untuk memastikan perekonomian tetap bisa eksis selama pandemi covid-19. Salah satunya mendorong BUMDes agar mampu meningkatkan pengelolaan unit-unit usahanya.

"Kita menginginkan di masa pandemi ada giat untuk peningkatan ekonomi yang lebih. Tidak hanya negara dan daerah, desa pun kita dorong seperti itu dengan peningkatan kapasitas pengelolaan Bumdes. Mereka bisa minimal penataan administrasi keuangannya, pertanggungjawabannya, dan peningkatan usaha desa," kata Ida.

Ida bilang BUMDes harus mengetahui apa yang bisa mereka kelola dan harus paham potensi apa yang bisa dikembangkan untuk dijadikan  Bentuknya berupa kerja sama dengan mitra, pemerintah desa, atau pun lainnya.

"Saya sampaikan, 17 dari 38 BUMDes kita sudah maju dan berkegiatan. Selebihnya ini harus kita dorong dan melakukan penataan," tambahnya.

Dikatakannya, pengelolaan BUMDes dapat mencontoh BUMD. Menurutnya, BUMDes harus mampu menjadi tulang ekonomi di desa masing-masing. Apalagi saat ini, sejumlah Kementerian membuka kesempatan bekerja sama dengan desa melalui BUMDes.

"Kemenpar misalnya, mereka juga menggandeng BUMDes karena banyaknya spot wisata yang arahnya BUMDes sebagai lembaga ekonomi yang bisa membuat kerajinan yang bisa jadi daya ungkit ekonomi warga sekitar. Ikut mengelola Desa wisata yang peruntukkannya untuk perbaikan ekonomi desa, mereka diamanatkan menggandeng BUMDes," jelas Ida.

Ida mengakui, persoalan pengelolaan BUMDes selain SDM adalah penyertaan modal. Meski modal dimiliki mayoritas Pemdes, namun peluang kemitraan tetap terbuka seperti menggandeng BUMN atau masyarakat.

"51 persen saham dari Pemdes, dukungan masih lebih besar dari desa. Tetapi kita juga menggiatkan kalangan masyarakat hanya saja untuk memunculkan motivasi masyarakat agak sulit," tambahnya.

Lebih jauh, dia mengatakan kemitraan beberapa BUMDes sudah terjalin dengan BUMN seperti PT Timah. Peluang lainnya juga terbuka karena BUMN pun telah diwajibkan menggandeng BUMDes sebagai bentuk pemberdayaan.

"Kita tahu PT Timah sudah mensupport BUMDes, seperti di Damar ada tiga BUMDes. Selain Pemdes, kita mengharapkan juga dari mitra kerja lainnya," kata Ida. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved