Breaking News:

BREAKING NEWS

Imam Gustav Terjun ke Laut Evakuasi Mayat Misterius di Perairan Manggar Belitung Timur  

Dari depan kapal terdengar teriakan petugas, "itu dia!". Teriakan itu mengakhiri pencarian mayat tak dikenal yang ditemukan oleh nelayan Desa Baru, Ma

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Imam Tri Gustav saat ada di laut membantu memasukkan mayat ke kantong, Rabu (29/9/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dari depan kapal terdengar teriakan petugas, "itu dia!". Teriakan itu mengakhiri pencarian mayat tak dikenal yang ditemukan oleh nelayan Desa Baru, Manggar, Rabu (29/9/2021) sekitar Pukul 14.00 WIB.

Tim SAR Gabungan yang dikomandoi Danpos SAR Belitung, Rahmatullah Hasyim menggunakan kapal patroli Ditpolairud Polda Babel 2005 mengarahkan kapal ke titik penemuan sesuai keterangan saksi. Namun, karena ombak dan arus laut yang besar operasi berjalan hampir satu jam sebelum mayat itu ditemukan tepat pukul 15.00 WIB sebab mayat terbawa arus menjauh dari titik awal.

Pengevakuasian mayat itu diwarnai dengan terjunnya ke laut seorang personel Basarnas bernama Imam Tri Gustav. Lelaki berusia 24 tahun itu langsung terjun ke laut setelah melihat rekan-rekan lainnya kesulitan memasukkan mayat itu ke kantong jenazah.

Tim SAR terlihat sedikit kesulitan memasukkan mayat itu ke dalam kantong jenazah karena badan mayat yang kaku dan licin disertai dengan ombak laut yang tinggi membuat terombang-ambing. Namun, berkat aksi Gustav terjun ke laut bisa mempercepat proses tersebut sehingga mayat bisa masuk ke kantong dan dinaikkan ke atas kapal.

Saat selesai evakuasi, Gustav langsung naik ke kapal dan terlihat tubuhnya bergetar sebentar. Danpos SAR Belitung Rahmatullah Hasyim yang mengomandoi evakuasi ini langsung menyuruhnya berkumur-kumur, minum, dan merelaksasikan diri. Sesekali Gustav mengarahkan kepalanya ke laut merasa mual karena aroma busuk dari mayat itu sangat terasa.

Ditanyai singkat seusai terjun dari laut, Gustav mengatakan terjunnya dia ke laut untuk evakuasi mayat itu adalah tugas dan bagian dari tanggung jawabnya sebagai personel Basarnas.

"Kami dilatih tahan banting dan dibekali mental siap bertugas dalam kondisi apa saja. Berkat teman-teman Basarnas Belitung lainnya, juga rekan Polairud, TNI AL, dan BPBD mayat tersebut bisa dievakuasi ke atas kapal," kata Gustav yang berasal dari Pangkalpinang itu.

Lelaki yang hobi masak itu mengatakan sejak bergabung dengan Basarnas tahun 2017 banyak peristiwa yang dilalui dalam operasi penyelamatan ataupun pencarian. Dia tidak menjadikan hal itu beban melainkan tanggung jawab sehingga ia tetap bisa menjalankan tugasnya secara optimal.

Setelah 40 menit kemudian kapal sampai ke daratan lagi dan langsung membopong mayat tersebut ke mobil jenazah. Mayat itu saat ini berada di RSUD Belitung Timur untuk menjalani pemeriksaan visum luar. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved