Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Persiapkan Wisata Belitung Pasca Gelombang Kasus Covid-19 Mereda, Dispar Latih Pemandu Geowisata  

Geliat Wisata Belitung sedikit demi sedikit mulai terlihat ketika kasus Covid-19 menurun. Per Oktober nanti beragam even berskala nasional mulai digel

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Pelatihan pemandu geo wisata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung di Hotel BW Suite, Rabu (29/9/2021). (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Geliat Wisata Belitung sedikit demi sedikit mulai terlihat ketika kasus Covid-19 menurun. Per Oktober nanti beragam even berskala nasional mulai digelar.

Kabid Kelembagaan dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung Adi Pebriatna mengatakan, beberapa biro perjalanan juga sudah membuka trip perjalanan dan menerima tamu, termasuk juga perhotelan yang mulai kedatangan tamu domestik.

"Adanya even berskala nasional, akan mulai ada titik terang, mudah-mudahan membaik jika angka Covid-19 menurun," katanya, Rabu (29/9/2021).

Setelah banyak orang merasa bosan karena aktivitas di rumah selama kasus Covid-19, diprediksi aktivitas wisata akan kembali bangkit. Tren wisata dari mass tourism (wisata keramaian) pun akan berubah ke wisata yang lebih private dan berkualitas.

Makanya Belitung menjadi pilihan tepat bagi pelancong. Karena selain dekat yakni hanya 45 menit dari Jakarta, Belitung juga memiliki potensi desa wisata yang hampir setiap objeknya memiliki bentang alam yang menawan.

Beragam strategi pun disiapkan, mulai dari pelaku wisata yang bersiap menyiapkan paket yang siap dipasarkan. Kemudian penerapan protokol kesehatan yang harus berjalan. Juga promosi kepariwisataan tetap berjalan melalui digital marketing.

Dalam mempersiapkan geliat wisata pasca gelombang kasus pandemi Covid-19, Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung juga mempersiapkan pengelola objek wisata termasuk desa wisata agar mampu memberikan pelayanan berkualitas.

"Ke depan orang-orang staycation, stay on village dengan experience tourism akan lebih banyak karena bukan sekadar jalan-jalan tapi ada pengalaman berwisata yang akan dirasakan," tambah Adi.

Puluhan pemandu wisata dari komunitas seperti pokdarwis, pengelola desa wisata hingga lembaga pengelola hutan desa (LPHD) pun dibekali materi seputar kepariwisataan. Dengan demikian, kata dia, dapat peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) tingkat dasar. 

"Diharapkan mereka  mampu memberikan kontribusi aktif ketika nanti sebagai pengelola potensi wisata yang berkaitan dengan geo wisata," ucap dia.

Desa-desa wisata di Belitung, lanjutnya, hampir semua memiliki potensi bentangan unsur alam, makanya dari desa wisata masing-masing memiliki geosite. Seperti LPHD Gunung Kubing, Lassar, Tanjung Rusa, dan Aik Gede. Bahkan Desa Terong, Batu Bedil, dan Bukit Peramun sudah termasuk sebagai geosite. 

"Makanya kawan-kawan yang pengelola desa wisata karena mereka juga harus tahu tentang desa wisata, pemanduan, jangan sampai wisatawan yang datang lebih tahu dari masyarakat dan pemandu lokal," katanya. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved