Breaking News:

Berita Belitung

Politisi PKB Ini Ungkap Empat Faktor Penyebab Harga Ayam Melonjak di Belitung

Anggota DPRD Kabupaten Belitung Mirza Dallyodi merasa kenaikan harga ayam potong hingga Rp50 ribu per kilogram justru bukan hal yang aneh.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Eltjandring
(posbelitung.co /dede s)
Anggota DPRD Kabupaten Belitung Mirza Dallyodi. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Anggota DPRD Kabupaten Belitung Mirza Dallyodi merasa kenaikan harga ayam potong hingga Rp50 ribu per kilogram justru bukan hal yang aneh.

Menurutnya terdapat siklus yang selalu terjadi di Pulau Belitung sehingga sudah dapat ditebak faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.

Secara hukum ekonomi, banyaknya permintaan secara otomatis akan membuat harga jual suatu komoditi akan merangkak naik.

"Sekarang dengan kondisi pandemi Covid-19 yang mulai menurun masyarakat sudah banyak yang menyelenggarakan pesta pernikahan di samping permintaan restoran atau rumah makan sudah mulai buka. Ini membuat permintaan ayam potong menjadi tinggi," ujar politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu kepada posbelitung.co, Minggu (3/10/2021).

Selain itu, lanjutnya, fluktuasi harga pakan ternak yang sulit untuk stabil juga menjad faktor. Sebab peternak akan mengeluarkan modal lebih.

Ditambah biaya operasional peternak yang cukup tinggi dan permainan harga dari peternak ke pengumpul sampai pedagang.

"Jadi saran saya dari empat faktor di atas tinggal dicari mana saja yang dapat pemerintah kendalikan melalui mekanisme pengendalian pasar dan pengawasan terhadap potensi spekulan. Sehingga harapannya harga tersebut dapat terkendali dan kembali normal," ungkapnya.

Menurutnya pemda bisa saja menentukan harga eceran tertinggi dan terendah untuk komoditi ayam potong.

Tetapi harus sesuai dengan kewenangan dan kesepakatan antar pihak.

Di sisi lain yang perlu diperhatikan, solusi bagi peternak jika sewaktu-waktu harga pasar turun di bawah harga produksi peternak.

"Siapa yang akan menanggung kerugian peternak, mekanisme apa yang akan ditempuh. Itu juga harus dipikirkan solusinya," kata Mirza.

Oleh sebab itu, setiap kebijakan yang diambil harus mempertimbangankan seluruh aspek sehingga langkah yang ditempuh benar-benar win-win solution.

"Jika berbicara bantuan dengan anggaran pemerintah pasti memiliki keterbatasan dan resiko kelancaran administrasi," katanya.

(posbelitung.co /dede s)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved