Breaking News:

Berita Belitung

Dari Dana Umat, Baznas Belitung Memberikan Biaya Pendidikan Kuliah S1 di Al Azhar Mesir

Wakil Ketua I Baznas Belitung M Amin Nasution mengatakan penyaluran zakat bisa berupa kebutuhan pokok, biaya pendidikan, rumah, dan kesehatan

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Khamelia
IST/tangkapan layar
Wakil Ketua I Baznas Belitung M Amin Nasution ketika berbincang dengan host Dialog Ruang Kita Jaryanto, Senin (4/10/2021) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Wakil Ketua I Baznas Belitung M Amin Nasution mengatakan penyaluran zakat bisa berupa kebutuhan pokok, biaya pendidikan, rumah, dan kesehatan kepada delapan golongan orang penerima zakat. Bahkan dari dana umat tersebut, Baznas mengirimkan satu mahasiswa untuk menempuh pendidikan sarjana di Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir. 

"Untuk S1 dengan ketentuan 8 semester," katanya ketika berbincang di Dialog Ruang Kita Pos Belitung, Senin (4/10/2021). 

Membahas mengenai tingginya potensi zakat umat, menurutnya bahkan tak mustahil jika dana yang diterima lebih besar akan semakin banyak yang bisa mendapatkan bantuan biaya pendidikan. Ini saja, dengan dana Rp1,5 miliar yang terkumpul per tahunnya bisa menguliahkan satu orang pendidikan ke luar negeri. 

Amin menuturkan, golongan penerima zakat yang paling banyak di yakni fakir dan miskin. Penyaluran yang dilakukan Baznas juga dalam berbagai bentuk, bisa sembako, biaya pendidikan, rumah, dan kesehatan. 

Membahas lebih jauh mengenai zakat mal atau zakat harta, harus dikeluarkan oleh orang yang penghasilannya mencapai batas 85 gram emas, sehingga wajib mengeluarkan 2,5 persen untuk zakat. 

"Setiap tahun sidang mengambil sampel harga emas, tahun lalu patokan harga dari toko mas, setelah rata-rata disimpulkan harga emas. Keputusan itu berlaku dalam satu tahun, tahun berikutnya sidang lagi," ucapnya.

Kewajiban menunaikan zakat mal ini diakhir tahun, walau boleh ditunaikan setiap bulan jika penghasilan bisa terukur. Amin mencontohkan, bagi pegawai negeri atau pegawai swasta yang punya penghasilan yang terukur, ketika sudah dianggarkan selama setahun penghasilan mencapai sekitar Rp60 juta, maka wajib zakat.

"Kalau membayar zakat per bulan setiap terima gaji, maka itu keringanan, kalau dibayarkan sekali diakhir tahun bisa mencapai Rp1,5 juta. Kadang berat mengeluarkan dalam setahun, tapi kalau per bulan menjadi ringan. Hanya lebih kurang Rp150 ribu per bulan," jelasnya.

Membayar zakat diawal itu dibenarkan jika memang sudah ada patokan penghasilan wajib membayar zakat. Meski, lanjut dia, mau dibayarkan per bulan atau sekali di akhir tetap diperbolehkan. 

Penghasilan yang ditunaikan zakatnya ini berupa penghasilan bruto setelah dipotong pajak. Amin menyebut, kalau setelah dikeluarkan pajak penghasilan masih kena nisab zakat, maka tetap wajib pajak. Tapi kalau pajak dikeluarkan lalu penghasilan tidak sampai nisab maka tidak wajib zakat.

Ia juga mengingatkan umat Muslim yang penghasilannya telah mencapai batas menunaikan zakat agar segera membayarkan zakat. 

"Kaum muslimin dan muslimat yang mempunyai harta sampai pada nisab (batas), mari kita penuhi kewajiban," tuturnya. 

Lebih jauh mengenai pembahasan zakat pada Dialog Ruang Kita juga bisa disaksikan melalui akun Facebook dan YouTube Pos Belitung. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved