Breaking News:

Berita Belitung Timur

Kreatifnya Ibu-ibu Air Merbau Manfaatkan Pekarangan Rumah Bertanam Sayur

Di depan rumah warga Jalan Bhinneka, Desa Air Merbau Tanjungpandan nampak menghijau dari berbagai tanaman sayuran.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Khamelia
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Panen bersama hasil pertanian kelompok tani Desa Air Merbau, Tanjungpandan, Belitung, Senin (4/10/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Di depan rumah warga Jalan Bhinneka, Desa Air Merbau Tanjungpandan nampak menghijau dari berbagai tanaman sayuran. Sawi, cabai, terong, daun bawang, dan seledri yang ditanam dalam polybag, disusun berjajar. Kreativitas memanfaatkan area pekarangan ini dilakukan oleh ibu-ibu kelompok wanita tani (KWT) Bhinneka Hijau Lestari.

Berawal dari kegemaran merawat tanaman hias, mulailah ibu-ibu di Desa Air Merbau ini melirik tanaman sayuran untuk ditanam di pekarangan rumah. Sekitar dua tahun membentuk kelompok tani, mereka juga memiliki rumah bibit, memanfaatkan lapangan voli tak jauh dari rumah-rumah para anggota kelompok.

Baca juga: Seorang Pria di Belitung Timur Disambar Petir Langsung Meninggal Dunia

Di dalam rumah bibit, Senin (4/10/2021), nampak berbagai komoditas sayuran. Menurut Tutun Sri Rahayu, Ketua KWT Bhinneka Hijau Lestari, bibit sayuran dari rumah bibit inilah yang kemudian dibagikan ke anggota agar ditanam di pekarangan rumah masing-masing. Selain juga memang ditanam langsung di area sekitar rumah bibit.

Setiap harinya, anggota kelompok yang tinggal tak jauh dari lokasi rumah bibit merawat tanaman di sana.

"Setiap sore pukul 16.00 WIB, perawatan, nyiram, pemupukan, kalau ada yang layu kena penyakit nanti disingkirkan," kata Titin.

Beranggotakan para ibu rumah tangga, kata dia, kelompok mssih menghadapi sejumlah kendala terutama pengendalian hama. Sambil bertanam, para anggota juga terus mencoba dan belajar.

Untuk mengendalikan hama, lanjut dia, mereka menggunakan pestisida alami yang juga disebut pestisida nabati yang dibuat dari campuran dan olahan tumbuh-tumbuhan. Ini dilakukan agar meminimalisir penggunaan pestisida kimia.

Hasil panen sayuran yang dimanfaatkan untuk konsumsi pribadi masing-masing anggota. Selain juga dipasarkan melalui media sosial.

"Kalau di kebun sini memang hasilnya dijual, kalau di pekarangan ada yang dijual atau dikonsumsi. Selain bisa menghemat, saat sayur mahal karena gak perlu beli, juga bisa bantu ekonomi ibu-ibu dan menambah penghasilan," katanya.

"Dijual secara daring, nanti dipromosikan di Facebook dan WhatsApp. Alhamdulillah sold out-nya cepat," imbuh Titin.

Sementara itu Penyuluh Desa Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Erny Yunita mengatakan pihaknya terus membina para kelompok wanita tani ini. Termasuk cara budidaya dari penyemaian, penanaman, dan pemupukan.

"Penanamannya sebagian di lahan, sebagian di polibag. Alhamdulillah sudah panen berkali-kali, sudah ditanam ulang, kalau mau masak tinggal metik, dan lumayan juga bisa dijual biar nambah uang dapur," katanya.

Saat ikut panen bersama para anggota kelompok, Kepala Desa Air Merbau Katto menyebut pemerintah desa tentu sangat mendukung kegiatan positif yang dilakukan warganya ini.

"Makanya kami tidak mau berbicara tanpa data, inilah fakta dan datanya, tidak mau rekayasa. Kami juga mengapresiasi para wanita yang tergabung dalam kelompok tani ini, dan pertanian memang menjadi satu unggulan," katanya.

Pihak desa pun terus memfasilitasi kegiatan yang dilakukan para warga. Termasuk juga menyediakan pasar tani agar warga bisa memasarkan hasil produk pertaniannya. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved