Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pemkot Tetap Siapkan Dua Isoter, Molen Berharap Pangkalpinang Bisa Turun ke Level 2

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil berharap Kota Pangkalpinang bisa turun ke level 2 setelah periode Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen). 

POSBELITUNG.CO -- Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil berharap Kota Pangkalpinang bisa turun ke level 2 setelah periode Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berakhir pada 4 Oktober 2021 ini, sejak adanya perpanjangan PPKM mulai 20 September 2021 lalu.

Diketahui pemerintah memang memutuskan bahwa PPKM diperpanjang hingga 4 Oktober 2021, baik untuk wilayah Jawa-Bali maupun di luar Jawa-Bali.

"Mudah-mudahan harapan kita bisa turun level 2, bahkan kemarin kita sempat 0 penambahan kasus semoga saja dengan kondisi ini bisa membuat kita turun level 2, tapikan banyak sekali indikatornya bukan hanya kasus saja. Harapan kita bisa turun ke level 2 atau bahkan lompat ke level 1,"  harapMolen sapaan akrab Maulan Aklil kepada Bangkapos.com, Senin (4/10/2021).

Menurutnya, jika nanti Pangkalpinang sudah turun level 2 atau setidaknya dinyatakan aman, ia tak ingin jumawa aturan protokol kesehatan (prokes) harus tetap dijalankan dengan baik.

"Kita akan ikuti aturan yang sudah diberikan oleh pemerintah pusat, kalau nanti kita turun ke level 2 artinya kita akan menyesuaikan aturan-aturan yang sudah ditetapkan unthk level 2 memang, intinya kita akan tetap ikuti aturan," jelas Molen.

Baca juga: Detik-Detik Penambang Disambar Petir, Saptono Terkapar dan Meninggal, Maryono Pingsan Alami Trauma

Baca juga: Bahan Peledak Seberat 35 Kg Ditemukan Densus 88, Daya Ledak Dahsyat Dijuluki The Mother Of Satan

Dia menegaskan, meski saat ini kasus Covid-19 sudah cenderung menurun namun Pemkot Pangkapinang tetap menyiapkan dua isolasi terpadu (Isoter) untuk selalu siap siaga.

Menurut Molen, kalaupun isoter di UPT Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pangkalpinang tidak digunakan justru lebih bagus.

"Kalau sampai digunakan artinya kasus meningkat dan kita tidak menginginkan itu terjadi, yang penting saat ini kita siapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kjta inginkan, kita siapkan saja dulu," kata Molen.

Menurutnya, jika tdak digunakan untuk isoter nantinya UPT Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pangkalpinang itu masih bisa digunakan untuk berbagai pelatihan.

"Selain untuk covid-19 kan nantinya setelah dari itu UPT itu bisa kita gunakan untuk kegiatan lain seperti pelatihan yang bisa kita laksanakan disana," ungkap Molen.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Indonesia 40 Persen Sudah Capai Target WHO

Baca juga: Banyak Orang Beltim Beli Motor Baru Dampak Harga Timah Tinggi

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved