Breaking News:

Berita Belitung

Akses Jalan Sangat Parah, Lokasi Akhir Pembuangan Sampah TPA Gunung Sadai Terancam Putus

Kondisi jalan menunju TPA Gunung Sadai, Desa Juru Seberang, Tanjungpandan Belitung  sangat parah.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Khamelia
Pos Belitung/Lisa Lestari
Kondisi Jalan menuju TPA Gunung Sadai, Desa Juru Seberang, Tanjungpandan, Belitung, Selasa (5/10/2021) berlubang sangat parah. Pos Belitung/Lisa Lestari 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Kondisi jalan menunju TPA Gunung Sadai, Desa Juru Seberang, Tanjungpandan Belitung  sangat parah. Setiap meter ruas jalan tanah merah terdapat lubang yang berukuran sangat besar.

Pada bagian lubang terdapat genangan air cukup dalam. Jarak dari pinggir jalan aspal menuju lokasi akhir pembuangan sampah itu, sekitar 1,5 meter. Akses jalan ini merupakan satu-satunya jalan menuju lokasi pembuangan sampah.

Setiap hari, pengemudi mobil truk sampah harus berhati-hati melintasi lubang demi lubang yang ada di sepanjang jalan itu. Paling tidak, satu unit mobil truk sampah kali kali bolak-balik harus melintasi jalan yang ada di pinggir sungai ini.

Terdapat 14 unit mobil truk pengangkut sampah biasa setiap hari menuju lokasi tersebut. Kondisi jalan menuju tempat sampah ini, sudah bertahun-tahun dan hingga sekarang belum ada perbaikan.

Lebih parah lagi, terdapat penambang timah jenis suntik sudah beroperasi di pinggir jalan tanah merah itu. Pada bagian lain, jembatan kecil yang ada di tengah jalan itu hanya terbuat dari pohon kelapa.

"Inilah yang menjadi berat bagi kami untuk penyampaian perihal jalan ini. Pemda bukan tidak berusaha, hanya terkendala status lahan," ucap Kepala UPT TPA Gunung Sadai Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung Supardi kepada Posbelitung.co, Selasa (5/10/2021).

Apabila kondisi hujan lebat, tidak jarang jalan yang sudah berlubang besar tersebut dipenuhi air yang sangat tinggi. Jika menggunakan sepeda motor, air yang tergenang itu bisa menutupi sepeda dari tinggi sepeda motor.

Maka dari itu, tidak direkomendasikan sepeda motor matix atau mobil sedan melintas atau memasuki jalan tersebut.

"Yang jadi khawatir kami, jembatan kecil itu hanya menggunakan pohon kelapa, kalau itu roboh, tidak bisa masuk mobil sampah. Belum lagi saat musim hujan, sudah pasti air meluap, karena kiri kanan sungai," ucapnya.

Beberapa kali, petugas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung memperbaiki akses jalan tersebut menggunakan cara manual, yaitu menutup lubang dengan menggunakan pasir.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved