Breaking News:

Berita Belitung

Gunakan Peralatan Seadanya Produksi Kompos Hingga Produksi 100 Kg Perhari

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Sadai, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung satu-satunya tempat pembuangan berbagai sampah

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Khamelia
Pos Belitung/Disa Aryandi
Petugas kebersihan di UPT TPA Gunung Sadai, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung, Selasa (5/10/2021) sedang menggiling sampah sayur-sayuran untuk membuat pupuk kompos. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Sadai, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung satu-satunya tempat pembuangan berbagai sampah di Kabupaten Belitung.

Namun siapa sangka, dibalik tumpukan sampah yang menggunung ada kreativitas dilakukan oleh delapan orang petugas kebersihan. Mereka memproduksi kompos sederhana dari sampah sayur-sayuran, dan daun.

Sampah yang didapat dari pasar - pasar di Tanjungpandan, Belitung dan rumah tangga tersebut diolah kembali menjadi bahan bermanfaat yaitu pupuk kompos.

Sehari produksi pupuk kompos ini, paling banyak 100 kilogram (Kg). Hasil produksi tersebut bukan untuk dijual belikan, tetapi siapa yang memerlukan silahkan datang langsung ke UPT TPA Gunung Sadai.

"Setiap hari kami produksi, dan ini sudah kami mulai sejak tahun 2019 lalu. Paling banyak kami bisa memproduksi sebanyak 100 kilogram," kata Kepala UPT TPA Gunung Sadai Supardi kepada Posbelitung.co, Selasa (5/10/2021).

Terdapat satu unit mesin untuk menggiling atau menggiling sampah sayur-sayuran dan daun, agar bisa hancur. Selain satu mesin warna merah, pada area gedung pembuatan pupuk kompos itu, terdapat mesin pengelola sampah lain.

Hanya saja mesin tersebut sebagian belum difungsikan mengingat operasional dan keterbatasan sumber daya manusia (SDM).

"Kalau bahan baku itu rata-rata dari sisa-sisa sayur yang ada di pasar Tanjungpandan. Tapi dominasi dari Tanjungpandan," ucapnya.

Pupuk yang sudah diproduksi petugas ini tidak untuk diperjualbelikan. Apabila tidak ada orang yang meminta untuk tanaman di rumah, maka diaplikasikan kembali ke tanah yang ada di area UPT TPA Gunung Sadai tersebut.

"Kami tidak rekomendasikan kompos ini untuk pupuk sayur - sayuran, tapi hanya hanya untuk tanaman saja, karena kalau sudah bercampur dengan sampah ini, kami tidak tau bercampur bahan kimia atau zat berbahaya," ujarnya.

Terdapat beberapa kelompok tani, kata Supardi meminta pupuk kompos tersebut, tetapi tidak diberikan mengingat kelompok tani dianjurkan membuat kompos sendiri, lantaran banyak menyebut pupuk kompos ini memiliki kualitas yang bagus.

Menurut dia, untuk memproduksi pupuk kompos tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama. Setelah dilakukan penggilingan, sekitar tiga minggu pupuk tersebut sudah bisa dipergunakan.

Namun sebelum nya tetap harus di masukan kedalam bak penampungan dan setiap pekan harus di bolak balik untuk di permentasi.

"Sebetulnya sudah ada yang datang kesini, meminta satu ton setiap bulan. Hanya saja kami tidak menyanggupi," bebernya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Tags
Kompos
DLHD
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved