Breaking News:

Berita Belitung

BUMDes Medang Perawas Kembangkan Ayam Petelur, Harga Murah hingga Penuhi Kebutuhan Hotel

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Medang Desa Perawas, Tanjungpandan, Belitung, Rabu (6/10/2021) melakukan pengembangan ayam petelur

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Khamelia
Pos Belitung/Lisa Lestari
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Medang, Desa Perawas, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Rabu (6/10/2021) melakukan pengembangan ayam petelur. Pos Belitung/Lisa Lestari 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Medang Desa Perawas, Tanjungpandan, Belitung, Rabu (6/10/2021) melakukan pengembangan ayam petelur. Usaha yang sudah dimulai lima bulan belakang ini, telah menghasilkan puluhan ribuan butir telur.

Seluruh ayam yang ada di kandang milik BUMDes ini ada 1.000 ekor. Sehari produksi telur ayam ini, antara 800 hingga 900 butir, dan prioritas pemasaran untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat di Desa Perawas.

Harga yang dibandrol satu butir telur, relatif murah Rp 1.200,- hingga Rp 1.300,- perbutir sesuai ukuran besar dan kecil. Setiap hari telur habis dipesan oleh masyarakat, dan sebagian lagi untuk memenuhi kebutuhan dua hotel yang ada di Belitung.

Kepala Desa Perawas Yahya mengatakan, usaha BUMDes ayam petelur ini dibangun secara tidak sengaja, setelah melihat atau melakukan studi banding ke salah satu Desa di Belitung Timur.

Ditambah lagi, berbagai usaha BUMDes di Kabupaten Belitung ini belum ada yang mengarah kepada ayam petelur, dan selama ini untuk memenuhi kebutuhan telur di Belitung masih mengandalkan kiriman dari luar Pulau Belitung.

"Nah kenapa hal seperti ini tidak kami coba melalui BUMDes, istilahnya peluang ini kenapa tidak kita yang memproduksi sendiri," kata Yahya kepada Posbelitung.co, Rabu (6/10/2021).

Pengembangan ayam petelur ini sudah berlangsung selama lima bulan belakang. Namun untuk panen telur ayam baru berjalan sekitar satu bulan.

"Ya kalau pemasaran kami rasa tidak sulit, ini saja banyak permintaan, tetapi kami belum berani, kami masih pemasaran sebatas di Desa Perawas dulu, kalau ada lebih baru dialihkan ke luar Desa Perawas," ujarnya.

Modal 1.000 ekor ayam petelur itu, Yahya meyakini usaha tersebut akan terus berkembang, lantaran usia ayam baru 22 minggu. Usia produksi ayam petelur sangat panjang, 19 bulan kedepan.

"Dari modal inilah nanti akan kami kembangkan lagi. Ya mudah-mudahan tahun 2023 nanti kami tambah ayamnya menjadi 2.000 ekor, agar produksi telur semakin banyak," bebernya.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved