Breaking News:

Berita Belitung Timur

DPRD Belitung Timur Segera Undang BUMD Diskusikan Usaha dan Prospek ke Depan

Ketua DPRD Belitung Timur Fezzi Uktolseja menegaskan akan segera mengundang Direktur BUMD dan jajarannya

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Khamelia
posbelitung.co
Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja ditemui usai upacara, Selasa (17/8/2021). (Posbelitung.co/BryanBimantoro) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Ketua DPRD Belitung Timur Fezzi Uktolseja menegaskan akan segera mengundang Direktur BUMD dan jajarannya untuk mendengar dan mendiskusikan mengenai bisnis yang akan dikembangkan ke depan.

Fezzi bilang sejak kepengurusan baru BUMD, pihaknya belum melakukan komunikasi tentang apa yang akan dilakukan ke depannya. Menurutnya, alasan belum diundangnya BUMD oleh DPRD Beltim karena kesibukan di lembaga legislatif, seperti saat ini sedang mengejar penyelesaian pembahasan KUA-PPAS tahun 2022 dan dijadwalkan paripurna pekan depan. 

"Saya juga sudah berkomunikasi dengan Komisi II DPRD Beltim selalu mitra BUMD agar segera bertemu BUMD, termasuk pihak lain-lainnya. Kita berusaha mencari solusi, BUMD sudah ada terbentuk cukup lama, modal sudah diberikan, kemarin mereka minta perubahan Perda, sudah diberikan," jelasnya.

Fezzi menegaskan, peran BUMD ke depan sangat penting. BUMD sebagai badan usaha yang mayoritas sahamnya dimiliki pemda, harus jadi penyumbang PAD dari bisnis yang dijalankan. Dia tidak ingin nantinya BUMD tingkat kabupaten malah kalah dengan BUMDes yang saat ini sudah ada beberapa yang bisnisnya bisa menyumbang pendapatan bagi desa.

"Ini juga menuntut peran serta Pemda sebagai pemegang saham. BUMD mau dibawa ke mana, mau bisnis apa karena memang semua sudah disiapkan," kata Fezzi.

Terpisah, Direktur BUMD Fandhy Hendra Prastya mengatakan pengurus BUMD siap jika sewaktu-waktu diminta hadir di DPRD Beltim, terutama dalam kaitan memberikan penjelasan gambaran usaha ke depan.

"Apa yang kita sampaikan ini bisa diterima dewan dalam rangka membuka lapangan kerja, peningkatan PAD dan aset, itu yang kita harapkan. Dengan komunikasi yang mulai terbangun, saya optimis DPRD akan mendukung termasuk Pemda dengan dukungan saling sinergi. BUMD tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan semua stakeholder," katanya.

Lebih lanjut, Fandhy memastikan BUMD sudah melaksanakan usaha yang terbangun kemitraannya pada periode sebelumnya yaitu dengan PT Timah. Namun keterbatasan sumber daya yang ada, BUMD belum mampu bergerak lebih jauh.

"Bukan berarti BUMD tidak melaksanakan usaha, tetap menjalankan usaha karena keterbatasan sumber daya yang ada, kita melaksanakan usaha yang ada saat ini," ujar Fandhy, Rabu.

Sejauh ini, Fandhy mengatakan BUMD telah menyampaikan gambaran rencana bisnis dan sudah mengajukan kepada Bupati dan hasil RUPS bahwa pengurus baru meminta waktu untuk presentasi terkait rencana bisnis ke depan. 

"Sebetulnya juga dengan DPRD termasuk Komisi II sudah kita sampaikan walau belum secara utuh menggambarkan rencana bisnis kita tapi secara pribadi," sebut Fandhy.

Ia juga menjelaskan bahwa BUMD terus membangun kemitraan ke berbagai pihak terkait rencana bisnis. Salah satunya rencana kemitraan PT Timah dalam pengelolaan lahan eks tambang.

"Terkait usaha lainnya yang juga mitra bisnis kita, sudah berkomunikasi dengan SWP. Dimana mereka sudah memproduksi minyak goreng yang berorientasi ekspor. BUMD sudah menawarkan apakah bisa membangun pabrik kemasan minyak goreng, minimal support kebutuhan lokal. Alhamdulillah SWP welcome dan menerima apa yang kita usulkan bahkan mendorong untuk segera merealisasikan," tutupnya. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved