Breaking News:

Pangkalpinang Tak Masuk PPKM Level 4, Wali Kota Molen Ungkap Kerja Keras Bersama

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil atau Molen mengungkapkan rasa senangnya karena Kota Pangkalpinang tidak masuk PPKM Level 4.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Alza
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Ilustrasi. Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) memperlihatkan surat tanda penyuntikan vaksin tahap kedua di RSUD Depati Hamzah, Jumat (29/1/2021) yang sudah dijalaninya (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil atau Molen mengungkapkan rasa senangnya karena Kota Pangkalpinang tidak masuk PPKM Level 4.

"Ini berkat kerja keras kita semua, saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada tim gugus tugas kita, para tenaga kesehatan yang sudah berjibaku bergerak bersama dan tentunya masyarakat Kota Pangkalpinang yang sudah bersama-sama melawan covid-19 ini, dan mentaati aturan kita selama PPKM level 3 yang humanis," ungkap Molen kepada Bangkapos.com, Kamis (12/8/2021).

Menurut Molen sapaan akrab Maulan Aklil, kepercayaan pusat terhadap Pangkalpinang tidak lepas dari upaya bersama masyarakat Kota Pangkalpinang untuk terus menjaga protokol kesehatan.

Ia menilai, selama PPKM level 3 ini ia sama sekali tak ingin membuat para UMKM di Kota Pangkalpinang ikut merasakan dampaknya.

Apalagi UMKM baru Kota Pangkalpinang, dan UMKM lainnya yang tetap bertahan dimasa covid-19.

"Di balik kesulitan ini nanti akan ada kebaikannya, pusat sudah mengambil kebijakan yang harus kita patuhi, nah kita yang dipemerintah daerah ini harus melunakkan kebijakan dari atas agar daoat diterima oleh masyarakat apalagi yang terkena dampak, jangan keras tapi kebijakan tetap ada," jelasnya.

Molen mangatakan, untuk daerah negatif memang harus keras, tapi untuk para UMKM yang mau mencari uang untuk makan ia tetap mempersilahkan buka asalkan tidak menimbulkan kerumunan.

"Yang sifatnya negatif seperti arena judi, prostitusi, hiburan-hiburan malamm itu saya kira kita keras silahkan tutup tidak ada alasan. Tapi bagi kawan-kawan yang berusaha yang tidak menciptakan kerumunan ya kasihan lah kenapa tidak silahkan buka, saya rasa mereka mau cari makan kenapa harus kita larang. Mau makan di situ juga tidak masalah," tegasnya.

Tidak hanya itu, Molen mengatakan upaya untuk turun level menjadi level 2 bahkan 1 juga terus dilakukan.

"Kita terus kerja keras untuk turun level, menahadapinya seperti ini jangan jadikan beban syukuri ini nikmat Allah, hadapi dengan senyuman jangan ditakut-takuti justru kita hadapi dengan hati senang, pikiran positif, jiwa yang sehat, dan kantong yang sehat. Kalau bisa ini kita lalui dengan baik covid-19 pasti bisa juga kita atasi," kata Molen.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved