Breaking News:

Erzaldi Rosman

Erzaldi Rosman Ingin Wujudkan Kemandirian Pangan Asal Ternak di Bangka Belitung

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah mencanangkan menjadi provinsi Lumbung Pangan Asal Ternak (LUMPAT) di wilayah Sumatera pada 2025.

Penulis: Riki Pratama | Editor: Eltjandring
Bangkapos.com/Riki Pratama
Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah mencanangkan menjadi provinsi Lumbung Pangan Asal Ternak (LUMPAT) di wilayah Sumatera pada tahun 2025.

Tujuan utama dari program ini adalah mewujudkan kemandirian pangan asal ternak di provinsi pengasil timah ini.

Pemprov Babel juga telah berkonsolidasi dengan pihak terkait agar program peningkatan perekonomian daerah melalui peningkatan kesejahteraan petani sehingga menambah pendapatan asli daerah (PAD) tersebut dapat tercapai.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel, Juaidi bahwa, dinamika populasi sapi potong mengalami kenaikan setiap tahunnya, terhitung sejak tahun 2017, populasi sapi potong berjumlah 12.644 ekor dan pada tahun 2020 mengalami kenaikan hingga 15.742 ekor, juga kinerja makro sektor peternakan di Babel tumbuh positif.

Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor peternakan Babel tahun 2019 meningkat 2,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Fakta-fakta tersebut membuat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman perlu berkomunikasi dengan para Kelompok Tani Ternak se-Babel untuk mengedukasi agar program tersebut dapat terealisasi dalam Rapat Koordinasi penggemukan sapi melalui sistem Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara virtual, Kamis (29/7/2021) lalu.

Gubernur menjabarkan sejumlah strategi untuk meraih capaian Babel Lumpat 2025, di antaranya berencana mengimpor sapi langsung dari luar negeri, yakni Australia. Setelah sampai, hewan ternak tersebut akan dikarantina dan kemudian disuplai kepada para kelompok ternak untuk proses penggemukan.

Berkenaan dengan pakan, Pemprov Babel ke depan akan membuka kluster kopi seluas 1.000 hektar pada empat lokasi yang berbeda.

Di samping pengembangan budi daya kopi, juga untuk mewujudkan kemandirian pangan ternak di Babel.

"Limbah kulit kopi mempunyai potensi yang cukup besar untuk dijadikan alternatif pakan ternak yang bisa meningkatkan produktivitas ternak sapi," jelas Gubernur Erzaldi, dalam rilis yang diterima Bangkapos.com, Jumat (8/10/2021).

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved