Berita Belitung

Kongres Wisata Halal Dunia Digelar Maret 2022 di Babel, Ini Persiapan dan Harapan Insan Pariwisata

Ketua MUI Babel Zayadi mengatakan, kongres bertujuan menggali masukan-masukan mengenai bagaimana suatu daerah menjalankan konsep wisata halal.

Penulis: Jaryanto | Editor: Jaryanto
POS BELITUNG/JARIYANTO
Suasana Focus Group Discussion (FGD) Wisata Halal Bangka Belitung di ruang rapat kantor Bappeda Kabupaten Belitung, Kamis (7/10/2021). Acara yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Babel ini dalam rangka persiapan menjadi tuan rumah Kongres Wisata Halal atau World Halal Tourism pada Maret 2022 mendatang. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Bangka Belitung (Babel) bersiap menjadi tuan rumah penyelenggaraan event internasional yakni Kongres Wisata Halal Dunia atau World Halal Tourism.

Acara dijadwalkan berlangsung Maret 2022 mendatang.

Sebagai rangkaian persiapan menyongsong agenda besar tersebut, Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Provinsi Babel menggelar focus group discussion (FGD), Kamis (7/10/2021).

Kegiatan dilaksanakan di ruang rapat kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Belitung.

Ketua MUI Babel Zayadi mengatakan, kongres bertujuan menggali masukan-masukan mengenai bagaimana suatu daerah menjalankan konsep wisata halal, maka dari itu nanti ada seminar.

Selain itu, tamu-tamu dari berbagai negara yang hadir bisa berimbas positif untuk masyarakat.

“Kita akan mempersiapkan produk-produk makanan, minuman ataupun kuliner lainnya. Ketika mereka (tamu kongres, red) membeli atau bertransaksi, efeknya produk kita bisa go internasional,” ujar Zayadi kepada Pos Belitung usai FGD.

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Babel ini menambahkan, kongres halal diharapkan menjadi pintu masuk investasi sebab pesertanya banyak juga dari kalangan pebisnis.

Peluang tersebut harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pemerintah provinsi maupun daerah dalam menggaet investor.

“Ini kesempatan kita dalam mencari mitra bisnis dalam berbagai sektor, seperti produk pertanian, perdagangan, hingga UMKM. Termasuk juga di Belitung, kira-kira apa saja potensi yang bisa ditawarkan,” ucap Zayadi sembari menambahkan rangkaian kongres bakal dibagi lokasinya di Pulau Bangka dan Belitung.

Ia menjelaskan, menjadi destinasi wisata halal butuh berbagai kriteria yang tidak mudah dalam implementasinya di lapangan.

Pertama, mempersiapkan mentalitas masyarakat yang secara sistem nilai budaya perlu mendukung sebab tidak memungkiri perbedaan sikap berimbas pada munculnya pro kontra.

Kedua, kata Zayadi, keamanan. Masyarakat Babel secara umum dikenal religius atau agamais namun tidak otomatis menjadikan daerah aman.

“Kadang-kadang paham beragama yang beragam tersebut yang memunculkan kondisi menjadi tidak aman, namun sejauh ini kita melihat Babel masih kondusif,” katanya.

Halaman
1234
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved