Breaking News:

Erzaldi Rosman

Strategi Gubernur Erzaldi Rosman Agar Bangka Belitung Jadi Lumbung Pangan Asal Ternak

Bangka Belitung ditargetkan sebagai Lumbung Pangan Asal Ternak (Lumpat) di wilayah Sumatera pada tahun 2025.

Editor: Fitriadi
Posbelitung.co/BryanBimantoro
Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman di sela acara Pembagian Bantuan Sosial Tunai dan Beras Bantuan PPKM Mikro di Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, Selasa (27/7/2021). 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Bangka Belitung ditargetkan sebagai Lumbung Pangan Asal Ternak (Lumpat) di wilayah Sumatera pada tahun 2025.

Program ini bertujuan mewujudkan kemandirian pangan asal ternak di Bangka Belitung sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian daerah melalui peningkatan kesejahteraan petani  dan pendapatan asli daerah (PAD).

Untuk mewujudkan program Lumpat ini, Pemprov Babel langsung berkonsolidasi dengan pihak terkait.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel, Juaidi bahwa, dinamika populasi sapi potong mengalami kenaikan setiap tahunnya, terhitung sejak tahun 2017, populasi sapi potong berjumlah 12.644 ekor dan pada tahun 2020 mengalami kenaikan hingga 15.742 ekor, juga kinerja makro sektor peternakan di Babel tumbuh positif.

Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor peternakan Babel tahun 2019 meningkat 2,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Fakta-fakta tersebut membuat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman perlu berkomunikasi dengan para Kelompok Tani Ternak se-Babel untuk mengedukasi agar program tersebut dapat terealisasi dalam Rapat Koordinasi penggemukan sapi melalui sistem Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara virtual, Kamis (29/7/2021) lalu.

Baca juga: Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Resmikan Rumah Oksigen Belitong

Gubernur menjabarkan sejumlah strategi untuk meraih capaian Babel Lumpat 2025, di antaranya berencana mengimpor sapi langsung dari luar negeri, yakni Australia. Setelah sampai, hewan ternak tersebut akan dikarantina dan kemudian disuplai kepada para kelompok ternak untuk proses penggemukan.

Berkenaan dengan pakan, Pemprov Babel ke depan akan membuka kluster kopi seluas 1.000 hektar pada empat lokasi yang berbeda.

Di samping pengembangan budi daya kopi, juga untuk mewujudkan kemandirian pangan ternak di Babel.

"Limbah kulit kopi mempunyai potensi yang cukup besar untuk dijadikan alternatif pakan ternak yang bisa meningkatkan produktivitas ternak sapi," jelas Gubernur Erzaldi, dalam rilis yang diterima Bangkapos.com, Jumat (8/10/2021).

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved