Breaking News:

Erzaldi Rosman

Strategi Gubernur Erzaldi Rosman Agar Bangka Belitung Jadi Lumbung Pangan Asal Ternak

Bangka Belitung ditargetkan sebagai Lumbung Pangan Asal Ternak (Lumpat) di wilayah Sumatera pada tahun 2025.

Editor: Fitriadi
Posbelitung.co/BryanBimantoro
Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman di sela acara Pembagian Bantuan Sosial Tunai dan Beras Bantuan PPKM Mikro di Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, Selasa (27/7/2021). 

Gubernur juga minta kepada pihak perbankan untuk memikirkan insentif bagi para penyuluh. Karena menurutnya, peran penyuluh tidak hanya menyampaikan informasi kepada petani ternak tetapi juga harus mampu menambah, mengubah, dan membangun aspek-aspek pengetahuan, maupun keterampilan petani ternak sehingga mereka mampu bertani dan berusaha lebih baik serta menguntungkan.

Adapun terkait sejumlah keluhan peternak berupa proses pelunasan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebelum waktunya, gubenur meminta pihak perbankan dapat mengevaluasi kembali, semisal menjelaskan perjanjian kontrak secara rinci sebelum ditandatangani peternak.

"Mungkin durasi angsuran kontrak dikarenakan kekhawatiran para peternak, sapinya tidak laku dijual saat Iduladha kemarin, namun buktinya sapi binaan KUR habis semua dibeli masyarakat," bebernya.

Melihat keberhasilan ternak sapi yang laku saat Iduladha tahun ini, gubernur berharap kepada para peternak harus saling berkoordinasi dengan kelompok ternak dan offtaker di mana waktu yang tepat untuk menjual dan membeli, sehingga antar kelompok tidak panennya bersamaan, yang menyebabkan harga ternak menurun karena lebih banyak ternak dibanding permintaan.

Terakhir, gubernur meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel untuk mengevaluasi apa yang kurang dari program KUR penggemukan sapi tahap I dan II, sehingga pada periode III akan lebih baik lagi.

"Tujuan kami ingin peternak sapi kita lebih sejahtera dan Insya Allah untung berlimpah," pungkasnya.

Dijelaskan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel, Juaidi bahwa, total realisasi akad kredit tahun 2020-2021 (Tahap I dan II) sebesar 6,7 miliar, diakses oleh 134 debitur (peternak), jumlah debitur dan kredit meningkat 152,6%, dan jumlah ternak meningkat 281,58%.

KUR I dan II melibatkan offtaker sebagai penjamin pasar dan PT Jasindo penjamin asuransi.

"Keuntungan pada tahap II mencapai lebih dari 3 juta/ekor ternak. Jauh melebihi KUR tahap I yang hanya kisaran 500 ribu/ekor," jelas Juaidi.

Jumlah tenaga kerja sektor peternakan peningkatan selalu mengalami peningkatan sejak tahun 2017-2019.

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved