Breaking News:

Berita Belitung Timur

FKUB Goes to School Tanamkan Nilai Luhur Pancasila dan Kebhinnekaan pada Siswa

Forum Kerukunan umat Beragama (FKUB) Belitung Timur memberikan pembinaan kepada siswa-siswi di SMP dan SMA/SMK di Belitung Timur.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Khamelia
(Posbelitung.co/BryanBimantoro)
Pdt Managam saat memberikan pembinaan di hadapan siswa-siswi SMK N 1 Manggar dalam upacara bendera, Senin (11/10/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Forum Kerukunan umat Beragama (FKUB) Belitung Timur memberikan pembinaan kepada siswa-siswi di SMP dan SMA/SMK di Belitung Timur. Pembinaan ini berupa penanaman nilai-nilai luhur Pancasila dan kebhinnekaan yang dikemas dalam program FKUB Goes to School.

Kepada posbelitung.co, Senin (11/10/2021), Sekretaris FKUB Belitung Timur Eko Heppy Sulistio mengatakan tujuan program ini yaitu membuat para pelajar ingat bahwa pedoman hidup manusia Indonesia haruslah bersumber dari Pancasila.

Dikatakan Eko, pembukaan program dilakukan di SMK Negeri 1 Manggar hari ini dengan pembina yaitu Pendeta Managam Pasaribu. Dalam dua bulan ke depan pembinaan ini akan meluas ke sekolah-sekolah lain di seluruh kecamatan di Belitung Timur.

"Kami berharap seluruh siswa bisa mengedepankan nilai-nilai Pancasila di manapun termasuk di sekolah. Di sekolah tidak boleh membully pemeluk agama lainnya atau membully yang seagama, tidak boleh ada sikap intoleransi, dan sikap radikalisme lainnya," kata Eko.

Eko bilang selain penanaman nilai-nilai Pancasila, FKUB Goes to School ini juga beragenda menyosialisasikan tentang FKUB karena banyak siswa yang tidak tahu apa itu FKUB dan apakah ini ormas atau lembaga biasa. Padahal Eko mengatakan FKUB memiliki dasar hukum organisasi yang jelas berdasarkan putusan menteri.

Terpisah, Pendeta Managam Pasaribu dalam pembinaannya di depan ratusan siswa menekankan pada kerukunan umat beragama sehingga nilai Bhinneka Tunggal Ika di sanubari manusia Indonesia tetap eksis.

"Moderasi beragama sangat penting, artinya saling menghargai agama sendiri dan agama orang lain dengan tidak melupakan ajaran luhur agama sendiri. Tidak berhaluan berat ke kanan atau berat ke kiri, tidak menganggap diri sendiri paling benar dalam beribadah dan menganggap yang lainnya salah sehingga pantas kita singkirkan. Kita berbeda, tapi tetap satu juga," ujar Pdt Managam.

Dia mengatakan pembekalan bagi para siswa ini sangat penting dimulai sejak dini karena mereka ini yang akan menjadi pemimpin-pemimpin berikutnya. Karena itu, katanya, mereka harus punya landasan berpikir yang kokoh berdasarkan nilai Pancasila.

"Mereka diharapkan jadi pemimpin yang berakhlak mulia. Pembinaan ini dilakukan untuk menuju tujuan besar yakni menjaga agar kebhinnekaan di negeri ini terus dirawat jangan sampai terjadi konflik karena agama ke depannya," harap Pdt Managam yang juga merupakan Wakil Ketua FKUB Beltim itu. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved