Breaking News:

Berita Belitung Timur

Bupati dan Ketua DPRD Belitung Timur Sepakat Plafon APBD 2022 Rp901 Miliar

upati Belitung Timur Burhanudin dan Ketua DPRD Belitung Timur Fezzi Uktolseja sepakat menandatangani nota kesepakatan rancangan Kebijakan Umum APBD

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Khamelia
(posbelitung.co/ProkomBeltimDias)
Bupati Burhanudin dan Ketua DPRD Fezzi saat menandatangani nota kesepahaman KUA-PPAS APBD 2022, Selasa (12/10/2021) di Ruang Sidang DPRD. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Bupati Belitung Timur Burhanudin dan Ketua DPRD Belitung Timur Fezzi Uktolseja sepakat menandatangani nota kesepakatan rancangan Kebijakan Umum APBD-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD tahun 2022 sekitar Rp901 miliar. Penandatanganan itu dilakukan dalam Sidang Paripurna DPRD secara tertutup di Ruang Sidang DPRD Beltim, Selasa (12/10/2021).

Diwawancarai usai sidang, Burhanudin mengatakan ada 11 poin yang akan jadi prioritas dalam rancangan KUA-PPAS APBD 2022. Beberapa di antaranya adalah pemulihan ekonomi daerah, mendorong pertumbuhan UMKM, peningkatan kompetensi tenaga kerja, mendorong investasi produk pertanian dan perikanan, hingga percepatan realisasi vaksinasi covid-19.

Burhanudin bilang Pemerintah Belitung Timur optimis bahwa apa yang telah dituangkan dalam dokumen KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2022 telah seoptimal mungkin diarahkan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat sehingga antara eksekutif dan legislatif telah meyakini kesamaan pandangan dalam penyusunannya.

"Seluruh catatan, koreksi, rekomendasi, dan saran dari komisi serta Badan Anggaran DPRD kami catat dan terima. Serta akan menjadi materi bagi kami dalam penyempurnaan RKA Perangkat Daerah yang akan menjadi dasar dalam penyusunan rancangan APBD tahun anggaran 2022," kata Burhanudin.

Disinggung mengenai porsi anggaran paling banyak dalam dokumen tersebut Burhanudin mengatakan masih di sektor belanja pegawai. Namun, Burhanudin mengatakan dari sisi pencairan tidak akan mungkin habis walaupun plafon anggarannya memang lebih besar. Hal itu katanya dikarenakan diterapkannya sistem e-kinerja yang mengubah cara kerja pegawai dan akan berdampak pada pembayaran tunjangan penghasilan pegawai (TPP).

"Jadi yang kerja bagus dan kerja malas tidak  lagi sama. Pembayaran TPP berdasarkan laporan di dalam sistem e-kinerja yang bakal diterapkan mulai Januari 2022," kata Burhanudin.

Sementara Ketua DPRD Belitung Timur Fezzi Uktolseja mengatakan KUA-PPAS ini akan dibahas kembali dan dikelola dalam RKA. Dia menekankan harus menggunakan anggaran tahun 2022 ini seefisien mungkin karena juga anggarannya tidak banyak.

Dia juga mendorong agar pada tahun 2022 untuk kegiatan-kegiatan segera dilelang karena ia menilai pada 2021 banyak kegiatan-kegiatan yang gagal dilelang.

"Kurang lebih 20 miliar dan tentunya itu berakibat kurang baik bagi kita, pelayanan masyarakat secara ekonomi juga kurang baik. Itu catatan kami," pesannya. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

11 poin prioritas yang ditekankan dalam upaya tantangan pokok sehubungan dengan perekonomian daerah yang nantinya akan berpengaruh terhadap keberhasilan pembangunan Kabupaten Belitung Timur pada Tahun 2022, yakni:

1. Mendorong laju pertumbuhan ekonomi daerah pada sektor prioritas yang mengalami kontraksi yang sangat dalam akibat pandemi Covid-19 yang melanda secara global.
2. Mendorong pertumbuhan UMKM dalam perekonomian daerah mengingat sektor tersebut merupakan salah satu sektor yang paling terdampak akibat pandemik Covid-19.
3. Mendorong peran serta masyarakat dalam pembangunan berbasis masyarakat.
4. Mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja.
5. Keterkaitan antar sektor perekonomian daerah yang masih perlu ditingkatkan.
6. Mendorong   investasi   pada   bidang   hilirisasi   produk   pertanian   dan perikanan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
7. Rentannya landasan perekonomian untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi perdesaan yang berkelanjutan.
8. Pengendalian angka inflasi.
9. Semakin kompleksnya permasalahan pelayanan perizinan dan nonperizinan.
10. Masih rendahnya realisasi vaksin Covid-19 dimana pemulihan ekonomi sangat tergantung dengan realisasi dan keberhasilan program vaksinasi.
11. Beberapa program strategis yang sudah direncanakan tidak berjalan akibat adanya refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.
(Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved