Breaking News:

Berita Belitung

Satpol PP Belitung Amankan 4 Remaja Mabuk Lem, Dua Berstatus Pelajar

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung, Senin (12/10/2021) sekitar pukul 23.00 WIB kembali mengamankan empat orang remaja.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Khamelia
IST/Dok Pol PP
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung, Senin (12/10/2021) sekitar pukul 23.00 WIB kembali mengamankan empat orang remaja di salah satu penginapan di Jalan Pattimura, Kelurahan Tanjung Pendam, Tanjungpandan, Belitung 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung, Senin (12/10/2021) sekitar pukul 23.00 WIB kembali mengamankan empat orang remaja. Empat orang itu diamankan petugas, lantaran melakukan penyalahgunaan lem sepatu untuk mabuk.

Keempatnya orang itu, dua di antaranya berjenis kelamin perempuan yang berstatus pelajar, inisial AR (15) dan SN (16) warga Kecamatan Badau. Sedangkan dua orang lain, pacar dua pelajar tersebut, AS (18) dan MM (18) merupakan warga Kecamatan Sijuk.

Mereka diamankan petugas, di penginapan yang sama dengan tujuh orang remaja yang malam sebelumnya diciduk petugas, yaitu di salah satu penginapan yang ada di Jalan Pattimura, Kelurahan Tanjung Pendam, Tanjungpandan, Belitung.

"Semalam sudah kami amankan ke empat remaja itu. Semuanya masih di bawah umur, dan kami temukan dalam satu kamar penginapan sedang berkumpul," kata Plt Kasat Pol PP Kabupaten Belitung H MZ Hendra Caya kepada posbelitung.co, Selasa (12/10/2021).

Dari tangan ke empat remaja itu, petugas mendapati lima kaleng lem sepatu. Tiga kaleng di antara lem sepatu itu sudah di pergunakan alias sudah habis dihisap. Sedangkan dua kali sisanya belum dipergunakan alias belum dibuka.

"Kami juga sudah menurunkan tim deteksi dini, dan setelah kami telusuri penginapan ini sering digunakan oleh remaja untuk mabuk-mabukan atau tindakan asusila," ujarnya.

Petugas, kata Hendra, sudah melakukan pembinaan kepada empat orang remaja tersebut, dan memanggil orang tua dari remaja itu.

"Kami sudah minta mereka agar tidak mengulangi perbuatannya lagi dan itu dituangkan dalam surat penyataan, yang di ketahui oleh orang tua mereka," bebernya.

Hendra meminta, kepada orang tua agar senantiasa lebih ketat dalam melakukan pengawasan kepada pergaulan anak, sehingga tidak tergelincir dengan perbuatan-hukum yang melanggar hukum. 

"Karena itu tentunya merusak masa depan remaja itu sendiri. Kami minta dan tegaskan juga kepada pihak penginapan atau hotel, agar dapat memperhatikan tamu yang hendak menginap, mulai dari identitas diri hingga keabsahan pernikahan," pungkasnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved