Breaking News:

Berita Belitung Timur

Anggaran Covid-19 di Belitung Timur Baru Terserap 26,78% dari Rp143,9 Miliar

Ikhwan bilang saat ini tren covid-19 sudah menurun sehingga menyebabkan anggaran banyak yang tak terpakai. Ia mencontohkan kasus pasien covid-19

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Khamelia
(Posbelitung.co/BryanBimantoro)
Rapat Koordinasi Evaluasi Anggaran Penanganan Covid-19, Rabu (13/10/2021) di Ruang Rapat Bupati dipimpin Sekda Ikhwan Fakhrozi. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Realisasi anggaran untuk penanganan covid-19 di Belitung Timur baru terserap 26,78% dari total anggaran yang direfocusing yaitu Rp143.975.455.972 per 30 September 2021. Total anggaran itu terbagi menjadi tiga bagian yakni bidang kesehatan sebesar Rp33.850.502.723, untuk perlindungan sosial Rp46.455.744.393, dan untuk dukungan ekonomi Rp63.669.208.856.

Dari tiga bagian itu yang paling banyak sudah terserap yaitu perlindungan sosial dengan realisasi 47,23%. Perlindungan sosial ini terdiri dari bantuan sosial, pemberian makanan tambahan, dan perlindungan sosial lainnya.

Kemudian untuk bidang kesehatan baru terealisasi sebesar 23,44% dan dukungan ekonomi seperti pengembangan ekonomi baru terserap 17,66%.

Ditemui posbelitung.co usai Rapat Koordinasi Evaluasi Anggaran Penanganan Covid-19, Rabu (13/10/2021) di Ruang Rapat Bupati, Sekretaris Satgas Covid-19 sekaligus Sekda Beltim Ikhwan Fakhrozi mengatakan realisasi ini akan terus berjalan. Dia memastikan bahwa penggunaan anggaran ini semuanya sesuai aturan.

Ikhwan mengatakan refocusing anggaran itu sudah sesuai Peraturan Menteri Keuangan nomor 17 tahun 2021 yang menyatakan bahwa refocusing anggaran untuk penanganan covid-19 di bidang kesehatan minimal delapan persen dari Dana Alokasi Umum. Sedangkan untuk perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi minimal 25% dari Dana Transfer Umum yang diperhitungkan.

"Ini kita update seminggu sekali ke Kemenkeu. Kenapa terlihat rendah karena memang masih banyak yang belum dicairkan, misalnya insentif nakes, pengadaan-pengadaan di Dinkes yang juga sedang berproses, dan lainnya," kata Ikhwan.

Ikhwan bilang saat ini tren covid-19 sudah menurun sehingga menyebabkan anggaran banyak yang tak terpakai. Ia mencontohkan kasus pasien covid-19 meninggal yang turun jauh saat ini, artinya anggaran untuk pemakaman jenazah covid-19 tidak bisa dipakai untuk hal lain. Selain itu, anggaran refocusing ini hanya bisa dicairkan sesuai dengan data penanganan covid-19 yang diinput.

"Jadi kasus melandai dengan realisasi anggaran ini ada korelasinya. Semakin rendah kasus maka penyerapan anggaran juga semakin rendah. Nantinya anggaran yang tidak terpakai ini akan masuk ke silpa," jelas Ikhwan.

Dia menyampaikan bahwa data serapan anggaran ini bergerak terus dan pada November 2021 mendatang akan dilakukan evaluasi secara keseluruhan. Dia mengimbau kepada setiap OPD agar menggunakan anggaran sesuai aturan dan sebaik-baiknya.

"Jangan sampai ingin realisasi anggaran tinggi tapi menyalahi aturan," pesan Ikhwan. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved