Breaking News:

Berita Belitung

Kasus Penertiban TI Ilegal Mabes Polri Masuk Tahap Dua, Muncul Nama Dua Tersangka

Rombongan Kejati Babel dan Polda Kepulauan Babel akhirnya menyerahkan tersangka berikut barang bukti (tahap dua) kepada Kejari Belitung

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Khamelia
(posbelitung.co /dede s)
Empat unit excavator yang diamankan anggota Dit Tipidter Mabes Polri parkir di barak Polres Belitung, Rabu (13/10/2021) 

POSBELITUNG.CO -- Setelah lima bulan berlalu, kasus penertiban TI ilegal oleh anggota Dit Tipidter Mabes Polri memasuki babak baru.

Rombongan Kejati Babel dan Polda Kepulauan Babel akhirnya menyerahkan tersangka berikut barang bukti (tahap dua) kepada Kejari Belitung pada Jumat (8/10/2021) lalu.

Dua tersangka yaitu Muhammad Soni dan Ce Hiung alias Amek langsung ditahan di Mapolres Belitung selama 20 hari ke depan.

Sedangkan barang bukti yang diserahkan berupa empat unit excavator yang terparkir di barak Polres Belitung ditambah sampel pasir timah.

"Iya benar, tahap dua dilakukan Jumat minggu kemarin. Terhadap kedua tersangka dilakukan penahanan di Mapolres Belitung selama 20 hari ke depan," ujar Kasi Intelejen Kejari Belitung MDR Anggoro, Rabu (13/10/2021).

Ia menjelaskan kronologis kejadian, anggota Dit Tipidter Bareskrim Mabes Polri melakukan penertiban tambang pasir timah di Dusun Air Buntar, Desa Membalong, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung pada Jumat (23/4/2021) lalu sekitar pukul 16.00 WIB.

Pada saat itu, Muhammad Soni dan Amek diamankan berikut peralatan yang digunakan untuk penambangan.

Berdasarkan pengakuan, kedua tidak mengantongi izin dalam melakukan aktifitas penambangan tersebut.

"Untuk lebih lanjutnya akan dibuktikan di persidangan," kata Anggoro.

Sebelumnya, rombongan Dit Tipidter Mabes Polri tiba-tiba mengamankan empat unit excavator yang diparkir di barak Polres Belitung April 2021 lalu.

Ternyata mereka menertibkan aktifitas TI ilegal di Kolong Dinamo, Dusun Air Buntar, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung.

Bahkan proses penertiban dilakukan selama tiga hari mulai tanggal 23-25 April 2021 sebelum bertolak kembali ke Jakarta.

Akan tetapi, rombongan tidak pernah memberikan statment apapun kepada awak media terkait penertiban tersebut. (posbelitung.co/dede s)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved