Breaking News:

SMAN 1 Tanjungpandan Masuk Jajaran Top 1000 Sekolah Terbaik Versi LTMPT

SMA ini menjadi satu dari enam sekolah di Bangka Belitung  yang masuk dalam jajaran tersebut, tepatnya berada pada urutan 365

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Khamelia
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Kepala SMA Negeri 1 Tanjungpandan Jantimala. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Baru-baru ini sejumlah prestasi ditorehkan siswa-siswi SMA Negeri 1 Tanjungpandan di berbagai ajang. Ditambah, sekolah di Jalan Gatot Subroto, Tanjungpandan, ini juga masuk dalam jajaran top 1000 sekolah tahun 2021 versi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT)  berdasarkan nilai ujian tulis berbasis komputer (UTBK).

Makanya SMA ini menjadi satu dari enam sekolah di Bangka Belitung  yang masuk dalam jajaran tersebut, tepatnya berada pada urutan 365. Jumlah sekolah asal peserta UTBK 2021 sebanyak 23.110 sekolah. Kemudian dievaluasi oleh LTMPT sehingga didapat 4.432 sekolah yang memenuhi kriteria se-Indonesia.

Mengetahui lebih jauh prestasi terbaru dari sekolah ini, posbelitung.co telah melakukan wawancara eksklusif dengan Kepala SMA Negeri 1 Tanjungpandan Jantimala, Rabu (13/10/2021).

T: Bagaimana tanggapan pihak sekolah dengan masuknya dalam top 1.000 sekolah terbaik ini?

J: Alhamdulillah bisa masuk top 1000 ini, bahkan bisa naik dari tahun sebelumnya. Kami merasa bangga juga karena bisa menjadi perwakilan Belitung dan Bangka Belitung. Walau sebenarnya ada enam sekolah di Bangka Belitung, SMAN 1 Tanjungpandan bisa masuk urutan 365, naik 88 peringkat dari tahun sebelumnya.

T: Apa dampaknya bagi pihak sekolah?

J: Dampaknya karena ini diperingkat secara nasional akan berpengaruh, paling tidak untuk mutu sekolah. Sehingga lulusannya akan lebih diperhitungkan agar bisa diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) yang bagus.

Masuknya dalam jajaran top 1000 ini juga berarti bahwa sekolah sudah punya nama, makanya siswa angkatan berikutnya akan punya kesempatan lebih besar untuk diterima pada seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) maupun seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN). Termasuk memudahkan untuk bekerja sama dengan lembaga perguruan tinggi karena sudah diketahui mutunya.

T: Bagaimana sekolah mampu mempertahankan kualitas pembelajaran dengan diberlakukannya pembelajaran secara daring?

J: Pembelajaran online atau daring ini diberlakukan pada masa pandemi ini. Kami pun menggunakan berbagai platform, termasuk menjadi sekolah yang ikut pilot project Gredu, juga banyak menggunakan aplikasi Google Classroom. Dalam menerapkan pembelajaran juga digunakan metode blended learning, selain ada pembelajaran daring juga tetap ada tatap muka.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved