Breaking News:

AMB Rencana Buka Prodi Pariwisata, Tunggu Izin Operasional dari Kemendikbud Ristekdikti

Akademi Manajemen Belitung (AMB) merencanakan penambahan program studi (prodi) pariwisata pada awal semester ganjil 2022

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Khamelia
Posbelitung.co/Disa Aryandi
Dialog ruang kita bersama Direktur Akademi Manajemen Belitung Hartian Ramadhan, Kamis (14/10/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Akademi Manajemen Belitung (AMB) merencanakan penambahan program studi (prodi) pariwisata pada awal semester ganjil 2022 mendatang. Hal tersebut disampaikan Direktur Akademi Manajemen Belitung (AMB) Hartian Ramadhan ketika berbincang pada program Dialog Ruang Kita Pos Belitung, Kamis (14/10/2021). 

Dia menjelaskan, melihat perkembangan zaman, Belitung sudah menjadi destinasi wisata, serta memiliki tiga keunggulan Belitung ada kawasan ekonomi khusus (KEK), kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN), dan Geopark Belitung.

"Melihat ini sebenarnya pusat memiliki kepentingan, pariwisata, dana yang turun, makanya kami melihat potensi ini lalu membuat prodi baru untuk mendukung SDM pariwisata," katanya.

Adanya SMK pariwisata di Belitung dan Belitung Timur, lanjut Ian, menjadi peluang yang ditangkap agar menyiapkan prodi pariwisata sebagai tambahan satu prodi baru. 

Saat ini, pengajuan prodi pariwisata sudah masuk di Kemendikbud Ristekdikti. Dua bulan lalu, AMB juga sudah diaudit oleh tim auditor dari kementerian secara online, karena situasi pandemi.

"Mereka mengecek kesiapan kami untuk ruangan, dosen, laboratorium, dan fasilitas kampus, serta data-data, alhamdulillah 100 persen sudah diterima. Tinggal izin operasional saja dan izin operasional, kalau sudah dapat itu, tahun depan kami sudah mulai berpromosi," ujarnya. 

Jika sudah mendapatkan izin operasional, maka semester ganjil tahun ajaran 2022/2023 sudah bisa membuka prodi pariwisata bagi lulusan SMA/SMK di Belitung. Apalagi, program tersebut bukan kelas vokasi, tapi sarjana terapan sehingga gelarnya nanti S.Tr.

Menurut dia, dengan adanya tiga prodi nantinya yakni manajemen informatika, manajemen administrasi, dan pariwisata, maka status akademi berubah menjadi politeknik. Sehingga kemudian seandainya tiga tahun kemudian menambah prodi lagi, statusnya bisa berubah menjadi sekolah tinggi, kemudian institut lalu harapannya bisa menjadi universitas. 

"Harapannya kalau sudah ada tiga prodi kan kami bisa menampung lebih banyak mahasiswa, kebetulan SDM yang tersedia untuk pariwisata, banyak yang dari Belitung, ada sekitar 70 persen dari Belitung, sisanya mengambil dari luar," tambah dia. 

Saat ini AMB sedang proses perubahan besar-besaran, termasuk di manajemen dan administrasi. Dia berharap nanti perubahan status menjadi politeknik bisa membuat masyarakat Belitung semakin menerima dan mau kuliah di AMB. 

Apalagi tahun ini pihaknya sudah mendapatkan banyak beasiswa dari pemerintah provinsi, maupun melalui pemerintah KIP (Kartu Indonesia Pintar) , UKT (Uang Kuliah Tunggal), beasiswa mahasiswa berprestasi dan tidak mampu. 

"Mudah-mudahan dengan semakin banyaknya mahasiswa dan dosen yang sudah berkualifikasi S2, kemudian punya NIDN (nomor induk doses nasional), harapannya perkembangan AMB semakin tinggi dan akreditasi bisa berubah," ujarnya. 

"Ke depan harapannya ada bantuan dari pemerintah setempat, dari pemkab dan provinsi karena perubahan akreditasi tidak gampang, dibutuhkan dua doktor dalam satu prodi agar terakreditasi B," tutur dia.

Lebih lengkap mengenai perbincangan dengan Direktur AMB Hartian Ramadhan bisa disaksikan langsung melalui laman Facebook dan YouTube Pos Belitung. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved