Breaking News:

Lawan Covid19

Jangan Remehkan Manfaat Mencuci Tangan, dr Reisa Ungkap Fakta Kebiasaan Masyarakat

Meskipun tidak 100 persen memutus penularan virus corona, tapi mencui tangan mampu membatasi penularan pada batas tertentu.

Editor: Fitriadi
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Siswa SMK Negeri 3 Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, mencuci tangan menggunakan sabun cuci tangan saat keluar dari ruang ujian komputer, Senin (16/3/2020) 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Satu di antara protokol kesehatan di masa pandemi adalah mencuci tangan menggunakan sabun.

Selain menggunakan sabun, mencuci tangan boleh juga menggunakan hand sanitizer.

Aktivitas mencuci tangan sangat penting guna mencegah penularan Covid-19.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr. Reisa Broto Asmoro dr Reisa Broto Asmoro mengatakan, praktik cuci tangan meningkat drastis sejak pandemi melanda Indonesia pada Maret 2020 lalu.

Meskipun tidak 100 persen memutus penularan virus corona, tapi mampu membatasi penularan pada batas tertentu.

Hal itu disampaikan Reisa dalam keterangan persnya yang disiarkan kanal YouTube Tribunnews.com, Jumat (15/10/2021).

"Kalau dilihat murni dari sisi statistik saja hingga Kamis 14 Oktober 2021 kemarin ada 4,203 juta orang Indonesia yang sudah terinfeksi Covid-19, artinya dari keseluruhan rakyat Indonesia yang tercatat lebih dari 272 jiwa Covid-19 berhasil menjangkiti 1,6 persen dari populasi yang tersebar di 510 Kabupaten/Kota," kata Reisa.

Baca juga: Rumah Sakit Sempat Kehilangan Pasien, Kini Masyarakat Tak Takut Lagi Kontrol Kesehatan

Baca juga: Kedisiplinan Masyarakat Mematuhi Protokol Kesehatan Terus Membaik

Reisa juga mengatakan, selain kesadaran memakai masker dengan baik dan benar kemudian menjaga jarak aman yang terus meningkat hampir 90 persen lebih per 10 Oktober 2021.

Praktik cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik tentunya berkontribusi signifikan.

Berdasarkan data BPS melaporkan proporsi populasi yang mempunyai kebiasaan cuci tangan yang benar menurut wilayah kabupaten kota di Indonesia pada tahun 2018 masih di bawah 50 persen.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved