Breaking News:

Berita Belitung Timur

Pelita FKUB Belitung Kunjungi Desa Sadar Kerukunan Desa Pembaharuan Kelapa Kampit

Pokja Perempuan Lintas Agama (Pelita) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Belitung berkunjung ke Desa Sadar Kerukunan di Desa Pembaharuan

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Khamelia
Ist.FKUBBeltim
Foto bersama setelah acara Kaji Terap di Klenteng Hok Tek Che Kelapa Kampit, Sabtu (16/10/2021) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pokja Perempuan Lintas Agama (Pelita) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Belitung berkunjung ke Desa Sadar Kerukunan di Desa Pembaharuan, Kelapa Kampit, Belitung Timur. Kunjungan pada Sabtu (16/10/2021) itu bertujuan untuk mengikuti Kaji Terap yang dilaksanakan di Aula Pertemuan Klenteng Hok Tek Che Kelapa Kampit.

Pokja Pelita dipimpin langsung oleh Ketua FKUB Belitung H Ramansyah dan disambut Camat Kelapa Kampit Syahril, Kepala Desa Pembaharuan Pamri, Kakan Kemenag Beltim Novarianto, jajaran pengurus FKUB Belitung Timur, serta tokoh agama dari majelis agama di Kecamatan Kelapa Kampit.

Dalam sambutannya, Syahril menyambut baik kegiatan kunjungan Kaji Terap Kerukunan ini. Dia mengatakan di Desa Pembaharuan rumah ibadah beberapa agama sangat dekat bahkan berada dalam satu RT. Walaupun berdekatan, katanya, selama ini tidak ada konflik beragama apapun di sana.

Menurutnya hal itulah yang harus dijaga supaya kerukunan ini terus terjaga dan salah satunya dengan mengadakan kegiatan seperti hari ini.

"Saya masih teringat saat diberikan Menteri Agama hadiah sebagai Desa Sadar Kerukunan Rp100 juta saat itu. Ternyata uang itu dibagi se-Indonesia dan kita dapatkan Rp32,5 juta saja. Namun bukan nilainya, tetapi makna yang kita raih sebagai desa rukun yang zero konflik wajib kita pertahankan. Maka kerukunan ini begitu indah dan keindahan ini wajib kita pertahankan adanya," kata Syahril.

Kades Pembaharuan Pamri dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya kerukunan beragama adalah modal penting dalam menjalin persatuan masyarakat Indonesia. Dalam Pancasila, lanjutnya, ada nilai-nilai saling menghormati, saling menolong, toleransi, dan bebas memilih agama apapun yang sah.

"Modal itu yang sangat bermanfaat bagi kita dalam memupuk kebhinnekaan dalam bermasyarakat," ujarnya.

Ke depan dia berharap ada wadah lintas agama dari desa hingga kecamatan yang akan mempermudah tugas pemerintah dalam kerukunan masyarakat khususnya lintas agama.

Di tempat yang sama, Ketua FKUB Belitung Ramansyah mengaku sangat mengagumi Desa Pembaharuan yang mana bisa rukun sementara satu dan lainnya rumah ibadah berdekatan.

"Dalam satu kompleks pasar saja sudah lengkap lima agama hadir. Ini suatu hal sangat unik dan langka sehingga kami sangat yakin saat penilaian desa kerukunan terbaik Desa Pembaharuan lolos sebagai desa sadar kerukunan yang ditetapkan Menteri Agama," ujar Ramansyah.

Sementara itu, Sekretaris FKUB Beltim Eko Heppy Sulistio mengatakan kegiatan Kaji Terap Kerukunan ini merupakan sinergisitas FKUB Belitung Timur dan FKUB Belitung yang memang bersaudara. Katanya satu sama lain harus saling dukung dan saling isi karena masih berada satu pulau.

"Jika satunya bermasalah dipastikan akan merembet ke semua. Makanya kita sudah kedua kalinya mengadakan kegiatan bersama, sebelumnya juga sudah pernah seluruh anggota FKUB berkunjung ke FKUB Belitung. Ini akan kita pupuk terus kebersamaannya agar selalu rukun," kata Eko yang juga Kepala KUA Damar itu. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved