Breaking News:

PLN Ditegur Presiden, Investor Pada Kabur, Urus Izin Listrik Berbelit-Belit Prosesnya Sampai 7 Tahun

Presiden Jokowi mengungkapkan ribetnya izin di PLN, bertele-tele hingga untuk naskah perizinan saja sampai 259 naskah

Editor: Hendra
Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Presiden Joko Widodo ingin investor bisa banyak masuk ke Indonesia.

Salah satunya dengan melakukan kerjasama dengan BUMN.

Dengan banyaknya investasi masuk ke Indonesia, tentunya akan meningkatkan pendapatan Indonesia.

Namun sayangnya, proses perizinan berinvestasi di BUMN sangatlah rumit dan bertele-tele.

Bahkan untuk bisa mendapatkan izin ada yang sampai harus memprosesnya selama 7 tahun.

Karenanya Presiden Jokowi meminta kepada para direktur utama BUMN untuk membangun sebuah kultur kerja yang lebih sederhana.

Ia menginginkan alur kerja pemerintahan yang kompleks tidak diterapkan di BUMN. 

Sebagai contoh, perizinan untuk pembangkit listrik.

Presiden menyebut, terdapat 259 naskah perizinan dengan nama berbeda tetapi maksud di dalam surat tersebut sama. 

“Waktu yang diperlukan mencari izin itu bisa 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun, 6 tahun, 7 tahun. Ada yang 7 tahun mengadu ke saya. Nah, seperti ini yang harus dipangkas, enggak boleh misalnya di PLN sampai bertele-tele itu. Enggak bisa lagi,” lanjutnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved