Breaking News:

Berita Belitung

Menumpang Kapal Wisata Bisa Pakai QRIS, 18 Ribu QRIS Tersebar di Belitung  

Perluasan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Belitung terus digencarkan Bank Indonesia melalui penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJ

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Wisatawan saat berada di kapal wisata di Pantai Tanjungkelayang, Belitung, Sabtu (16/10/2021). (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Perluasan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Belitung terus digencarkan Bank Indonesia melalui penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) perbankan maupun non bank. Per Oktober 2021, sebanyak 18.300 QRIS telah tersebar di berbagai sektor usaha. 

"Kami telah me-launching QRIS di tempat wisata, khususnya di geosite yang termasuk dalam UNESCO Global Geopark. Contoh di Tanjungkelayang, di perahu wisata kami sudah ada QRIS-nya, ada juga di Juru Seberang, Bukit Berahu, dan Desa Terong," kata Asisten Manajer Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengolahan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung Indira Apriyanda, Sabtu (16/10/2021). 

Menurutnya, penggunaan QRIS di Belitung memang banyak dilakukan pada sektor usaha kepariwisataan. Lantaran tingginya potensi transaksi yang berasal dari kedatangan turis domestik maupun mancanegara. Dengan demikian, baik dari segi volume maupun nominal transaksi pasti tinggi. 

Selain itu, perluasan QRIS juga banyak ditemui di tempat kuliner di dekat wisata. Kalau di Tanjungpandan, baik di restoran atau UMKM sudah punya QRIS. 
Secara keseluruhan, perkembangan QRIS di Bangka Belitung per Oktober 2021 sudah mencapai 59.873 merchant. Bank Indonesia sendiri menargetkan hingga akhir tahun ini harus mencapai 76 ribu merchant.

Per bulannya, kenaikan merchant mencapai 3 ribu-4ribu. Melihat signifikansinya, memang selalu meningkat setiap bulannya, sehingga perluasan QRIS di Bahel secara keseluruhan sudah cukup bagus.

"Cuma dikarenakan efek Covi-19 level 3 yang menyebabkan peningkatan QRIS ini cukup lambat apabila dibanding wilayah lain secara nasional," ucapnya. 

"Babel juga sifatnya kepulauan sehingga merchant masih menggunakan tunai, sehingga peralihan ke non tunai ini agak susah, tapi untuk merchant yang menerapkan QRIS di Babel sudah bagus, mereka sudah melek digitalisasi dan mau menggunakan QRIS sebagai transaksi non tunai di usaha-usaha mereka," imbuh Indira. 

Dalam memperluas akses QRIS, pihaknya pun melakukan sejumlah upaya seperti roadshow sosialisasi dan edukasi, serta implementasinya melalui PJSP perbankan atau pun non bank. Selain itu juga sosialisasi ke lingkungan komunitas QRIS, seperti komunitas pendidikan, agama, dan ASN (aparatur sipil negara), untuk memperluas QRIS dimasyarakat.

Saat ini penggunaan QRIS untuk memfasilitasi pembayaran non tunai banyak dilakukan oleh pengguna diusia produktif, generasi milenial dan generasi Z untuk bertransaksi sehari-hari. Penggunaan QRIS selain memudahkan pembayaran, nilait ransaksinya bisa dipantau pada diaplikasi pembayaran dihandphone. Selain juga mengurangi interaksi secara fisik yang sangat sesuai pada masa pandemi ini. 

Pelaku usaha yang mau mendaftarkan QRIS bisa langsung datang ke perbankan atau PJSP non bank. Bisa datang ke costumer service, tinggal masukkan persyaratan seperti KTP, NPWP, foto tempat usaha, nanti akan diproses sekitar sepekan oleh PJSP. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved