Breaking News:

Berita Belitung

Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Penerapan Bahan Bacaan Menjadi Keterampilan  

Peran perpustakaan kini bukan lagi sebagai tempat membaca buku, namun meningkat untuk memfasilitasi masyarakat menambah keterampilan yang disebut perp

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Suasana di ruang anak di Perpustakaan Daerah Kabupaten Belitung, Jalan Ahmad Yani, Tanjungpandan, Senin (18/10/2021). (Posbelitung.co/Disa Aryandi) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Peran perpustakaan kini bukan lagi sebagai tempat membaca buku, namun meningkat untuk memfasilitasi masyarakat menambah keterampilan yang disebut perpustakaan berbasis inklusi sosial. Sehingga masyarakat tak sekadar membaca, melainkan juga mempraktikkan hasil bacaan untuk menambah keterampilan. 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Belitung, Paryanta menjelaskan program ini terus dilangsungkan di sejumlah desa. Dalam beberapa tahun digerakkan, sudah ada 9 desa yang difasilitasi untuk mendapatkan pelatihan. 

"Seperti program dalam waktu dekat, ada beberapa desa yang minta untuk mengembangkan keterampilan pengelolaan bonsai. Jadi dari bacaan buku cara perawatan bonsai, di Desa Kacang Butor, nanti kami carikan narasumber yang mengetahui tentang perawatan bonsai, kemudian ada pelatihannya, masyarakat ngumpul, hasil praktiknya bisa digunakan sendiri atau mau dijual," katanya, Senin (18/10/2021).

Program serupa juga telah berlangsung di Membalong. Warga setempat diajarkan cara membuat kerupuk dan sambal lingkong yang selanjutnya bisa dikemas.

Melalui program ini, lanjut Paryanta, pihaknya menyediakan narasumber, bahan-bahan praktik, dan masyarakat yang hadir kami fasilitasi biaya transpor. Pada perpustakaan berbasis inklusi sosial ini, pengajuan dari desa akan ditampung agar bisa dilangsungkan tahun berjalan atau tahun berikutnya. 

Sementara itu, dalam upaya meningkatkan kunjungan di perpustakaan daerah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah juga menghadirkan program inovasi. Seperti kunjungan berhadiah, yakni memberikan kupon kepada pengunjung lalu diundi pada November mendatang dengan beragam hadiah menarik.

Beragam koleksi buku pun disediakan. Ada 23 ribu judul buku yang tersedia di perpustakaan, serta ada 400 judul buku pada i-Belitung, yakni aplikasi perpustakaan daring. Jumlah buku pun terus bertambah setiap tahunnya.

"Kalau mau meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat, harus didukung dengan buku-buku yang berkualitas. Tidak mungkin mengajak masyarakat tapi bukunya itu-itu saja," tambahnya. 

Selain itu, fasilitas penunjang lain juga terus ditingkatkan. Mulai dari ruang baca, serta akses WiFi gratis bagi para pengunjung. 

Ke depan, dinas tersebut juga akan mengupayakan untuk penambahan koleksi buku. Di samping berasal dari dana pemerintah, juga akan diupayakan mencari bantuan corporate social responsibility (CSR) berupa bantuan sumbangan buku. 

"Sudah ada rencana saya akan mengembangkan sedekah buku, artinya masyarakat yang ingin bersedekah buku akan kami atur agar koleksinya semakin banyak," katanya. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved