Breaking News:

Berita Belitung

Haril M Andersen Tulis Kesederhanaan HAS Hanandjoeddin, Begini Kisahnya 

Setelah sukses pada Buku Sang Elang, Haril M Andersen kembali menerbitkan karya keduanya Berjudul Memenuhi Panggilan Rakyat.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Haril M Andersen menunjukan buku hasil karyanya berjudul Memenuhi Panggilan Rakyat, Rabu (20/10/2021). (Posbelitung.co/Dede S) 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Setelah sukses pada Buku Sang Elang, Haril M Andersen kembali menerbitkan karya keduanya Berjudul Memenuhi Panggilan Rakyat.

Kali ini Haril berkolaborasi bersama Bambang Sutrisno yang masih menceritakan tentang Bibliografi HAS Hanandjoeddin.

Berbeda pada Buku Sang Elang, pada jilid kedua, Haril menuliskan kesederhanaan sosok Hanandjoeddin ketika menjabat sebagai Bupati Belitung.

"Buku ini memang memfokuskan kiprah Pak Hanandjoeddin semasa menjabat sebagai Bupati Belitung Tahun 1967 sampai 1972. Jadi apa yang beliau lakukan selama lima tahun itu tergambar dalam buku ini," ujarnya kepada Posbelitung.co, Rabu (20/10/2021).

Dalam menyusun buku 352 halaman, Hairil menuangkan hasil penuturan 50 lebih narasumber yang menyaksikan langsung keseharian sosok Hanandjoeddin.

Sebagai gambaran, Haril cukup menunjukan selembar foto Hananjoeddin membantu warga mencuci piring di sebuah acara hajatan.

Ia menggambarkan seorang bupati datang ke sebuah hajatan bukan sebagai tamu undangan tapi penghulu gawai.

"Makanya dalam buku itu ada satu pesan dari Panglima TNI, Pak Long (Hanandjoeddin) telah memberi pengalaman berharga pada kita bahwa seorang pemimpin itu harus melayani bukan dilayani," katanya.

Selain itu, diri Haril juga mengumpulkan data dari Mabes TNI Angkatan Udara untuk menceritakan sejarah kemiliteran Letnan Kolonel Hanandjoeddin.

Proses penulisan memang dimulai semenjak 2018, tapi pengumpulan data sudah dilakukan saat dirinya menulis buku Sang Elang Tahun 2004.

"Dulu itu sebenarnya sudah ada data tapi saya pilah, antara data beliau berjuang merebut kemerdekaan dengan data beliau sebagai Bupati Belitung," jelasnya.

Hampir sama dengan buku pertama, Haril terkendala dengan narasumber yang meninggal dunia. Bahkan dirinya sempat merasa sedih, karena salah satu narasumbernya sudah meninggal dunia ketika buku Memenuhi Panggilan Rakyat belum rampung. "Almarhum Pak Iswarin itu salah satu narasumber. Buku kedua ini banyak saksi sejarah," katanya.

Haril berharap pasca empat ribu lembar buku Memenuhi Panggilan Rakyat selesai dicetak, masyarakat Babel bisa mendukung dengan cara membeli buku seharga Rp200 ribu itu.

Sebab dalam proses penyusunan hingga selesai cetak, seluruh biaya swadaya. Menurutnya hasil penjualan buku tersebut juga akan dimanfaatkan untuk penyusunam naskah akademik pengusulan Hanandjoeddin sebagai pahlawan Nasional dari Belitung.

"Karena penyusunan naskah akademiknya tidak tergarap dengan APBD. Jadi otomatis itu akan menjadi tanggung jawab kami dan tentunya butuh biaya jadi kami harap masyarakat mendukung dengan membeli buku ini," katanya. (Posbelitung.co/Dede S)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved