Breaking News:

Berita Belitung Timur

Mau Beli Gas Subsidi 3 Kg di Kepulauan Bangka Belitung Harus Pakai Kartu Brimola    

Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, Bupati Belitung Timur (Beltim) dan jajaran BRI serta Pertamina meresmikan kartu B

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Fery Laskari
istimewa
Gubernur Erzaldi, Bupati Burhanudin, dan forkopimda provinsi berfoto bersama seusai peresmian kartu Brimola, Kamis (21/10/2021) di Auditorium Zahari MZ, Manggar. (Posbelitung.co/BryanBimantoro) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, Bupati Belitung Timur (Beltim) dan jajaran BRI serta Pertamina meresmikan kartu Brimola sebagai alat untuk membeli gas LPG subsidi 3 KG, Kamis (21/10/2021) di Auditorium Zahari MZ, Manggar. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi daerah pertama di Indonesia yang melakukan program ini.

Seusai peresmian, gubernur bilang bahwa kartu ini tidak akan menyusahkan masyarakat karena bisa mengontrol harga gas bersubsidi. Jika selama ini mereka membeli tidak sesuai HET maka dengan kartu ini dijamin akan sesuai HET.

"Kita harus dorong terus masyarakat kita untuk menggunakan kartu Brimola ini. Tadinya kita mau pakai Android malah, tapi kita paham masih tidak semua masyarakat kita mempunyai handphone Android. Jadi kita coba dulu dengan kartu ini. Kartu ini kan hanya Rp.10ribu, tapi dia bisa berhemat untuk sepanjang umur dia menggunakan gas subsidi," jelas Gubernur Erzaldi.

Dengan program ini juga gubernur bilang bisa mengawasi para penyalur yang nakal menjual gas bersubsidi di atas HET. Dikatakannya, setiap stok yang terjual di penyalur secara otomatis mengurangi stok di penyalur dan terlaporkan langsung sehingga ketika penyalur meminta tambah stok cukup menshare informasi di dalam stoknya ini kepada agen. Kemudian sudah bisa langsung diantar dan agen tinggal di transfer duit dari rekening Brimola kepada agen.

"Jadi ini bisnis sekaligus untuk melindungi konsumen kita yang memang harus kita bantu. Konsumen seperti apa, konsumen yang berhak mendapat subsidi gas tiga kilo ini," kata Gubernur Erzaldi.

Gubernur Erzaldi mengingatkan, apabila ada penyalur yang nakal dan menjual harganya tidak sesuai dengan yang sudah ditetapkan harga maka dipastikan melanggar. 

"BRI cukup memprint kalau ada harga diatas harga HET lebih dari 60 kilo itu pelanggaran. Saya bisa minta kepolisian memproses pelanggaran tersebut dan izin pangkalannya kita cabut," katanya.

Karena sebagai daerah pertama yang mengaplikasikan program itu, dia meminta BRI terus mengevaluasi program ini secara berkala supaya bisa terus terlaksana dengan baik.

"Tentunya evaluasi tetap harus kita lakukan karena sistem ini kan ada kelemahan-kelemahan kalau kita jalankan. Maka tadi saya sampaikan kepada BRI sistem ini terus harus dimajukan, jangan nanti dia lemot sehingga gagal sistemnya tetapi mereka sudah siap," ujarnya.

Gubernur Erzaldi juga menegaskan, yang berhak menggunakan tabung gas tiga kilogram adalah orang miskin dan terdata di kelurahan. Bagi yang miskin tapi belum terdata, dipersilakan mendaftarkan diri ke desa setempat.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved