Breaking News:

Singapura Kelimpungan Kekurangan Listrik, 3 Perusahaannya Disetop, Pasokan Gas Tergantung Indonesia

Akibat kekurangan pasokan gas dari Indonesia, Singapura mengalami krisis energi listrik, bahkan tiga perusahaan listriknya berhenti beroperasi

Editor: Hendra
satusulteng.com
Ilustrasi kekurangan energi listrik hingga dilakukan pemadaman 

"Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yakni permintaan listrik yang lebih tinggi dari biasanya di dalam negeri dan pengurangan pasokan gas alam perpipaan dari Indonesia," ungkap EMA.

Di sisi lain, harga gas alam cair (LNG) di global yang meningkat pesat saat ini, turut menjadi penyebab krisis energi.

Hal itu membuat perusahaan pembangkit listrik di Singapura sulit beralih ke pembelian LNG untuk menutupi kekurangan pasokan gas pipa dari Indonesia.

Tingginya harga gas yang berimbas pada lonjakan harga listrik di Singapura, setidaknya telah membuat tiga perusahaan listrik menyetop usaha mereka.

Ketiganya yakni Best Electricity Supply, Ohm Energy, dan iSwitch Energy.

Sementara, salah satu perusahaan energi listrik lainnya, Union Power menyatakan, pada awal pekan bahwa mereka mengurangi 850 akun pelanggan terutama komersial di tengah tarif listrik yang tinggi.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari reorganisasi bisnis.

Sementara itu, pihak SKK Migas mengkonfirmasi adanya gangguan distribusi gas dari Indonesia ke Singapura sejak Juli 2021.

Namun, kini dipastikan distribusi sudah kembali normal.

"Memang terjadi unplanned shutdown di salah satu produsen gas kita, tetapi hanya beberapa hari saja dan sekarang sudah kembali normal operation," ujar Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno kepada Kompas.com.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved