Breaking News:

Berita Belitung

Pekan Olahraga Tradisional Dimulai, Bukan Sekadar Perlombaan Tapi Mendatang Kegembiraan  

Pekan olahraga tradisional (Potradnas) tingkat nasional ke VIII berlangsung di Tanjungpandan, Belitung. Even ini berlangsung selama dua hari pada 22-2

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Atlet olahraga tradisional cabor egrang saat berlomba di Stadion Tanjungpandan, Jumat (22/10/2021). (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pekan olahraga tradisional (Potradnas) tingkat nasional ke VIII berlangsung di Tanjungpandan, Belitung. Even ini berlangsung selama dua hari pada 22-23 Oktober 2021 di Stadion Tanjungpandan. 

Kepala Deputi Kepala Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta mengatakan event ini tidak sekadar mencari yang terbaik, melainkan juga edukasi dan pemahaman tempat lain.

Lima cabang olahraga (Cabor) yang dilombakan yakni egrang, sumpitan, katapel, panah tradisional, dan lari balok merupakan olahraga tradisional yang dibakukan dari 2 ribu lebih permainan tradisional yang ada di penjuru negeri. Total ada 12 olahraga tradisional yang telah dibakukan Kemenpora. 

"Ada lebih dari dua ribu olahraga tradisional, terus difestivalkan, kemudian ada kesamaan, lalu diteliti nilai olahraga, gerak, akhirnya dibakukan. Contoh sumpitan itu ada di beberapa daerah, alatnya mungkin berbeda di Jawa, Kalimantan, dan Sumatera, namun karena kemiripan, lalu dibakukan," ucapnya, Jumat (22/10/2021). 

Bagi kontingen yang berlomba, Raden berpesan agar mampu menunjukkan yang terbaik, karena penampilan terbaik yang akan membuat masyarakat senang. Sehingga ajang ini bukan semata mencari kemenangan, tapi tunjukkan yang terbaik supaya jadi bagian hiburan dan menyehatkan. 

"Kemenangan hanya satu, tapi kemenangan sesungguhnya adalah nilai kebersamaan," katanya. 

Dia menjelaskan, digelarnya event ini dalam situasi pandemi yang mulai reda menjadikan bahwa olahraga tradisional menawarkan ajakan agar bergerak. Bergerak itu bagian penting untuk imun tubuh, termasuk menawarkan kegembiraan yang memperkuat imun tubuh, jasmani dan rohani.

"(Penyelenggaran dilakukan) di alam terbuka, artinya harus ramah dengan lingkungan serta memperkenalkan destinasi wisata seantero negeri. Tentu tidak hanya ini tempat menarik, peserta dari berbagai daerah akan memberikan kabar baik, tidak hanya tentang kemenangan lomba tapi juga budaya, kuliner, alam, dan pertukaran antar budaya yang dibawa masing-masing kontingen," jelas dia. 

Sementara itu, sejumlah atlet dari 22 provinsi dan kabupaten berkumpul di Belitung. Sebagai tuan rumah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Soebagio mengatakan telah mempersiapkan para atlet olahraga tradisional mulai dari seleksi, kemudian persiapan TC atau latihan bersama berjalan yang diadakan di Stadion Pangkal Lalang.

Selanjutnya, dari para atlet lokal terutama untung dari faktor mental karena berada di tempat sendiri. Ini juga menjadi nilai tambah agar siap berkompetisi dengan peserta daerah lain.

"Target kita bertanding secara maksimal karena kita juga belum mengukur kekuatan lawan. Tentunya potensi bagaimana anak-anak bisa berjuang meraih prestasi," katanya. 

"Kalau juara umum masih banyak peserta yang lebih bagus, kalau berkaca pada Potradnas 2019 lalu di Bantul, juara umumnya Provinsi Banten. Tapi mohon doa restunya masyakarat Kabupaten Belitung bagi para atlet," kata Soebagio. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 
 

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved