Breaking News:

Berita Belitung

Atasi Permasalahan Laut di Bangka Belitung, Begini Gagasan Masa Depan Mahasiswa UBB

Tim mahasiswa Univeristas Bangka Belitung (UBB) berhasil mewujudkan gagasan solusi masa depan menyelamatkan ekosistem laut

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: nurhayati
Dok/UBB
Mahasiswa UBB yang menggagas solusi masa depan menyelamatkan ekosistem laut di Bangka Belitung yakni Zomi, Ike Nur Amanah, Aan Pangestu, Rafzan Miftaza Fahzeri, dan Aryo Mutahari yang didampingi Dosen Pembimbing Verry Andre Fabiani. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Tim mahasiswa Univeristas Bangka Belitung (UBB) berhasil mewujudkan gagasan solusi masa depan menyelamatkan ekosistem laut di Bangka Belitung yang dituangkan dalam karya video.

Ide ini merupakan hasil dari Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFK) yang digagas Zomi, Ike Nur Amanah, Aan Pangestu, Rafzan Miftaza Fahzeri, dan Aryo Mutahari yang didampingi Dosen Pembimbing Verry Andre Fabiani. 

Zomi menjelaskan ide ini muncul karena keprihatinan mereka terkait masalah yang terjadi di laut Babel akibat aktivitas pertambangan yang dapat mengancam keberlanjutan ekosistem laut.

"Aktivitas pertambangan timah ini selain memberikan dampak baik untuk ekonomi, secara bersamaan merusak ekosistem dan merugikan lingkungan serta berdampak buruk pada aspek sosial seperti konflik yang terjadi di masyarakat," kata Zomi, dalam rilis yang diterima posbelitung.co, Minggu (24/10/2021).

"Jika hal ini dibiarkan secara terus menerus, maka ekosistem laut akan terancam," imbuhnya. 

Baca juga: Gegara Wanita Karir Perwira Polisi Ini Hancur, Nekat Tiduri Anak Tahanan, Kini Dipecat Propam Polri

Baca juga: Hindari Ular Piton 4 Meter Pengendara Motor Hampir Jatuh, Kaget Tetiba Muncul di Pinggir Jalan

Meski begitu, lanjut Zomi, aktivitas tambang timah di Babel tidak bisa dihentikan begitu saja, karena banyaknya masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertambangan.

Oleh karena itu, mereka menawarkan solusi berupa sistem tata kelola pintar untuk pemanfaatan sumberdaya laut berbasis komunitas, zonasi, dan teknologi yang disebut Smart Integrated Marine Resource Management (SIMRM). 

SIMRM merupakan sistem tata kelola yang mengintegrasikan pemanfaatan sumberdaya laut di sektor pertambangan, perikanan, dan pariwisata berbasis komunitas, zonasi, dan teknologi.

“Teknologi yang kami tawarkan adalah teknologi ramah lingkungan berbasis nanoteknologi yang bisa menyerap logam berat, melalui nanoteknologi, limbah tailing akan terserap dengan cepat dan efisien. Teknologi ini diaplikasikan pada kapal dan sakan penambang, sehingga dapat meminimalisir dampak ke lingkungan dari tailing yang dibuang langsung ke laut,"  jelas Aryo. 

Smart Integrated Marine Resource Management mengimplementasi zonasi sesuai dengan Perda Babel No.3 tahun 2020 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K), pemanfaatan sumberdaya laut diharapkan dapat lebih tertata.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved