Breaking News:

Virus Corona

Aturan Baru Wajib PCR Seluruh Moda Transportasi, Luhut: Presiden Minta Tarif Turun jadi Rp 300ribu

Tarif PCR untuk pelaku perjalanan mahal dan sangat memberatkan masyarakat. Pemerintah membuat aturan wajib PCR tapi tarif tes PCR diturunkan

Penulis: Hendra | Editor: Hendra
(TRIBUNNEWS/THERESIA FELISIANI)
Tes polymerase chain reaction atau PCR di stasiun KRL dan sejumlah titik check point di perbatasan. 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA,  - Aturan pemerintah mewajibkantes polymerase chain reaction (PCR) untuk moda transportasi di wilayah PPKM cukup memberatkan masyarakat.

Selain harus mengeluarkan biaya tiket moda transportasi, para penumpang moda transportasi harus mengeluarkan biaya besar untuk PCR.

Sementara tarif tes PCR di beberapa daerah berbeda-beda. Bahkan ada yang sampai harus mengeluarkan uang jutaan untuk sekali PCR.

Untuk pergi dan pulang perjalanan menggunakan moda transportasi harus menggunakan dua kali PCR.

Aturan baru pelaku perjalanan dengan moda transportasi wajib PCR direncanakan akan kembali diberlakukan oleh pemerintah.

Sebelumnya ada yang menggunakan tes antigen, aturan baru ini diharuskan PCR.

Rencana aturan baru wajib PCR ini akan diberlakukan untuk seluruh moda transportasi, udara, laut maupun darat.

Pemerintah beralasan aturan baru wajib PCR ini untuk mencegah kenaikan angka kasus Covid-19 terutama jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar harga tes PCR diturunkan disertai tambahan masa berlaku tes PCR sebelum keberangkatan.

"Secara bertahap penggunaan tes PCR akan juga diterapkan pada transportasi lainnya selama dalam mengantisipasi periode Nataru. Mengenai hal ini arahan Presiden agar harga PCR dapat diturunkan menjadi Rp 300.000 dan berlaku selama 3x24 jam untuk perjalanan pesawat," katanya melalui konferensi pers virtual, Senin (25/10/2021).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved