Breaking News:

Advertorial

DPKD Kabupaten Belitung Bina Kelompok Masyarakat

DPKD Kabupaten Belitung mengembangkan program implementasi transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: Eltjandring
IST
PELATIHAN MENGANYAM TIKAR - Warga mengikuti pelatihan pembuatan anyaman tikar di Desa Kembiri, Kecamatan Membalong. (IST./Dokumentasi DPKD) 

DPKD Kabupaten Belitung Bina Kelompok Masyarakat, Kembangkan Implementasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

POSBELITUNG.CO - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Belitung mengembangkan program implementasi transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Satu di antaranya dengan memberikan berbagai pembinaan atau bimbingan kepada kelompok masyarakat yang ada di perpustakaan desa.

Program ini sudah berjalan dua tahun yang bertujuan menumbuhkan keterampilan serta perekonomian keluarga agar sejahtera.

Kepala DPKD Kabupaten Belitung, Paryanta mengatakan, ada enam kelompok masyarakat yang aktif di perpustakaan desa.

Mereka sudah mendapatkan pembinaan program implementasi transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Enam desa tersebut yakni Desa Badau dengan pembinaan beternak lele di dalam pot, Desa Mentigi membuat kerupuk dan sambal lingkong. Desa Air Batu Buding pengemasan bonsai, Desa Pelepak Pute membuat anyaman tikar dan terindak serta Desa Sungai Padang penanaman sayur dalam polybag.

“Itu tahun kemarin, sudah ada enam desa kami berikan pembinaan. Program ini akan terus berjalan dan bulan November rencananya akan kami laksanakan lagi di tiga desa lainnya,” kata Paryanta, Sabtu (23/10/2021).

Menurutnya, tiga desa tersebut yakni Desa Terong dengan pelatihan pembuatan naget lele, Desa Sijuk pelatihan pengemasan produk dari produksi olahan serta Desa Bantan pelatihan anyaman tudung saji.

“Program ini merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan, yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan,” ucapnya.

Kata dia, dengan demikian perpustakaan tidak dianggap hanya sebagai tempat untuk membaca buku.

Namun perpustakaan di era sekarang sebagai tempat pengembangan keterampilan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan.

“Jadi setelah mereka membaca buku di perpustakaan, bisa langsung diaplikasikan atau dipraktikkan. Misalnya baca buku pembudidaya lele, langsung diaplikasikan setelah itu. Tapi kami berharap praktik itu bisa langsung dikembangkan atau menjadi usaha rumahan untuk menopang perekonomian keluarga,” jelasnya.

Kata Paryanta, narasumber pelatihan tersebut oleh pemateri yang berkompeten berikut difasilitasi dengan berbagai bahan praktik. “Pada perpustakaan berbasis inklusi sosial ini, pengajuan dari desa akan ditampung agar bisa dilangsungkan tahun berjalan atau tahun berikutnya,” katanya. (Advertorial/tas)

PELATIHAN MENGANYAM TIKAR - Warga mengikuti pelatihan pembuatan anyaman tikar di Desa Kembiri, Kecamatan Membalong. (IST./Dokumentasi DPKD)
PELATIHAN MENGANYAM TIKAR - Warga mengikuti pelatihan pembuatan anyaman tikar di Desa Kembiri, Kecamatan Membalong. (IST./Dokumentasi DPKD) (IST)
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved