Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Pelaku Wisata Belitung Dukung Pemberlakuan Penumpang Penerbangan Harus Tes PCR, Ini Alasannya  

Penumpang pesawat udara dari dan ke Belitung harus menunjukkan hasil swab PCR yang berlaku 2x24 jam. Hal ini membuat sejumlah pihak pesimis kunjung wi

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Wisatawan menuruni kapal wisata saat berkunjung ke Pulau Lengkuas, Belitung beberapa waktu lalu. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Penumpang pesawat udara dari dan ke Belitung harus menunjukkan hasil swab PCR yang berlaku 2x24 jam. Hal ini membuat sejumlah pihak pesimis kunjung wisatawan ke Belitung kembali menurun. Sebelumnya, kunjungan sempat membaik selama pemberlakuan penumpang penerbangan boleh menunjukkan hasil antigen jika telah menerima vaksinasi dosis kedua. 

"Sebenarnya sekitar dua pekan lalu ketika hanya antigen, kelihatan ada peningkatan wisatawan yang datang. Mulai setelah ada isu harus PCR, teman-teman pelaku wisata mulai pesimis," kata Sekretaris Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Belitung, Yulizar Patria Krisna, Senin (25/10/2021). 

Menurutnya, memang belum diketahui pasti imbas setelah pemberlakuan PCR. Namun, ia memprediksi penurunan wisawatan di hotel atau pun restoran mengalami penurunan dibandingkan pekan lalu. Karena ketika diharuskan PCR, wisatawan mulai enggan datang ke Belitung. 

Sebenarnya, lanjut dia, pemberlakuan harus antigen atau PCR bagi penumpang penerbangan tidak masalah, sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19. Namun mahalnya harga tes PCR membuat orang yang datang ke Belitung berpikir ulang. 

"Harapannya, harga PCR bisa sama dengan antigen, dengan begitu wisata bisa bangkit. Karena kemarin ketika hanya antigen, kunjungan itu mulai meningkat," tegasnya. 

Hal senada juga disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal International Hotel General Manager Association (Wasekjen IHGMA) Nawawi Halik. Menurutnya pemberlakuan tes PCR bagi penumpang penerbangan akan sangat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan di Belitung yang memang mengandalkan transportasi udara tersebut. 

"Kemungkinan load factor penerbangan turun, beberapa tamu sudah jaga-jaga untuk menunda perjalanan. Khususnya tamu yang berwisata, kalau yang dari pemerintahan atau kementerian yang terlanjur melakukan acara masih ada, tapi tidak signifikan," katanya.

Ia memprediksi tingkat kedatangan ke Belitung akan menurun dalam satu pekan ke depan. Sejauh ini saja, sudah ada tamu perhotelan di Belitung yang sebelumnya mem-booking telah membatalkan pesanan. 

"Sebenarnya bergantung pada regulasi pemerintah pusat dan daerah bagaimana meyakinkan bahwa antigen masih bisa dimaklumi. Dalam arti penumpang atau masyarakat akan lebih bisa menerima antigen daripada PCR," lanjut Nawawi. 

Apalagi di Belitung ada kendala untuk mendapatkan hasil PCR dalam waktu relatif lama bisa 1x24 jam atau bahkan 2x24 jam. Hanya satu fasilitas kesehatan swasta yang bisa mengeluarkan hasil dalam 12-18 jam. Sementara hasil antigen bisa selesai maksimal 15 menit.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved